Kamis, 24 November 2016

I’tirop

RISALAH SRI SUSUHUNAN MAGELANG HADININGRAT KEPADA JAMAAH TILAWAH

ssalamu’alaikum wr wb, kullu hamdin wa syukrin haqqon lillahi ‘azza wa jalla min Qoil “ (ta’awudz awwalan) .....” Yawma laa yanfa’u maalun wa banuun illaa man ataa Alloha bi qolbin saliim”. Warhamnaa Ya Allohu bi Al qur’an..amiien. Ya rasulalloh, salamun ‘alaik, ya nabiyalloh salamun ‘alaik ya habiballoh salamun ‘alaika shollawatulloh alaik, wa alika ya rasul, wa ashabika ya nabi, wa ummatika ya habib, mahabbatuka li ummatik.....

Setiap tulisan, setiap karakter kata, setiap lontaran ucapan, setiap kedip pandangan, setiap tingkah organ, setiap derap langkah kaki, setiap diam badan, setiap desir hati.....mencerminkan kepribadian kita. Bahkan dalam artikel inipun, bisa ikhwah lihat karakter si penulis, dari tiap kata yang digunakan, dari tiap logat yang dipakai, dari perasaan yang dituangkan. Hanya kadang terbentur satu kesan, betapa sedikitnya kosakata, betapa kurangnya lafadz yang hendak diutarakan. Ya, ternyata kata hanya mewakili sebagian minoritas jiwa, namun walau demikian bisalah kiranya sebagai factor pendobrak menggulingkan factor dominant. Ya, tinggal bagaimana kita berusaha, mencoba mengolah, belajar mengutarakan, belajar memahami arti tiap kata yang terlontar dari siapapun, mencoba mengenali jiwa orang lain. Namun, kadang untuk mengenali jiwa sendiri saja, cenderung Kami tidak mampu, banyak kesan menyombongkan diri, banyak kesan takaabur, banyak kesan sok pinter, banyak kesan paling wahid, padahal namanya tidak menggunakan kata wahid, malah udah dipakai ama Abdurahman Wahid”) mantan orang nomor wahid di RI, dan masih jadi orang wahid di kalangan Nahdliyyin. Semoga Alloh memberikan pencerahan kepada setiap kita yang masih mencoba mencari jati siapa gerangan kita, siapa gerangan yang kita cari, apa hendaklah kita dicipta, apa hendak kita bernasib di kemudian hari, dan apa hendak kita perbuat untuk persiapan di kemudian hari. Amiieeen....”Afwan, Kami bukan fanatic ma Pak Kyai Gusdur, Cuma mengambil contoh nama saja..semoga Alloh memberikan rahmat kepada para penyeru JalanNya” amiien....

Ikhwah, jauuuh di benak. Takuut...takuut, harap – harap cemas.....membayangkan kita membawa segepok buku, buku itu tertulis nama “ Sigit”, wong Magelang, Tukang Pajek, data baik....data jahat...lalu dikreditkan...yee,,,,ternyata masih kurang bayarrr......wah wah...betul – betul merugi. Di sana sudah tidak ada pelunasan pasal 29 lagi, banyak dari para ruuh berkata “ Ya Tuhan, seandaikan kami di berikan sesaat saja kembali kedunia, niscaya kami akan taat”......maka tiadalah akan berguna seruan mereka, kecuali kesia- sian belaka. Lalu, bayangkan ketika segepok buku itu kita terima dengan tingkah yang aneh, kita terima dengan tangan kiri, ada sebagian dengan membelakangi sang pembagi buku, ada sebagian yang .....aduuh...ngerii. Na’udzubillah,,,,irhamnaa yaa Robb”...”lastu min jannati ahlan,...wa lakin ma aqwa ‘ala annari....ridhoka mathluby, ......anta maqshudy....in lam tarhamna....lanakuunanna min al khosiriin”{rahmatilah kami Robb, tiadalah kami ahli surga, namun jangan biarkan nerakaMu menyentuh kami, Kami tiada kuat menanggung siksaMu, Engkau maksud kami, Engkau tujuan kami, Engkau muara kami, Engkau harapan kami, penuh kerendahan yaa Robb, kami mohon agar janganlah Kami digolongkan orang yang rugi..amiieen}

Bukan puisi, bukan pula sajak atau syiair, sebatas keputusasaan atas selain Alloh, kepatah arangan harapan atas selain Ia, apatah yang dapat kita perlakukan, di mana tiada satu peserpun rupiah berharga, tiada satu anak binipun yang menemani, tiada satu temanpun yang mengunjungi, tiada satu tetanggapun yang menziarahi, tiada jaminan kesejahteraan kecuali satu, kesejahteraan hakiki, cinta Ilahi.......Ikhwah, sungguh telah berlama- lama kita dalam sia- sia, telah berlama- lama kita berlaku, telah berlama- lama kita bergurau, telah berlama- lama kita berlalai. Saatnya tiba, mulai bermuhasabah, mulai dari diri sendiri, koreksi diri, mariii...penulis mengajak hati sendiri.....silahkan ikhwah yang ingin mengikuti.....tidaklah akan kami mencap diri bersih, tidaklah kami merasa diri suci, sungguhlah hanya karena merasa diri lemah, tak lepas dari dosa.

Kepada ikhwah yang selama ini merasa terdholimi oleh Kami, silakan timpakan sekarang, bicaralah.....

Kepada pihak III yang merasa menjadi objek ghibah kami, mohon maaf Kami, semoga Alloh senantiasa memaafkan hambanya yang merasai. Kami menyadari, adalah haq bagi Kami sebagai tong- tong dosa, kantung kesalahan dan lupa. Namun, satu asa Kami...semoga dengan mencoba memperbaiki diri, dengan mulai menghias tingkah, dengan membenahi tong dan kantung yang berserak, dengan mencoba memulai ikhtisan, semoga menjadi awal yang bermanfaat.

Satu ayat saja cukup menjadi cambuk bagi Kami, “ yawma laa aynfau maalun wa laa banuun illaa man ataa Alloha biqolbin saliim”....hari dimana tidak berharga harta dan anak turun, melainkan ia yang menghadap Alloh dengan hati saliim, selamat.....”

“ yaaa Salaaam. Sallimnaa wal muslimin, fi kulli makanin, wa ahlik al kafarot wa adzdzolimin” ,,,ya muhaimin ya salam, .....Ya Al kafy, anta robbuna Al kafy, Allohummakfy......ad diny ,,,,,,,laysa ly illa ridloka.....amiien ...*)

semoga Alloh merahmati kita, sebagai satu kesatuan ukhuwwah, agar saling menjaga saling memberi, saling menasehati haq dan sabar, saling menjalin cinta atas tendensi asli Ilahy, bukan mulhaq saja.....jangan hanya di bibir, jangan hanya sebatas merah gincu, sebentar saja sudah hilang. Tapi semoga terbawa sampai dunia terbangun kembali, yaitu dunia kekal, abadi sebagai saudara seiman dan sekata dalam kalimat satu “ Annalloha robbuna, wa muhammadan nabiyyuna”...

carilah saudara dengan visi misi serupa, pandangan dan asas yang sama, kesekufuan dalam berukhuwwah, hindarkan diri dari kawan yang mengajak kepada kejahilan, mengajak kepada kelalaian, biarlah kita menjadi saudara dalam keterasingan yang dijamin selamat. Daripada menjadi geng dalam sebuah kehancuran moral, jadikan ukhuwwah tilawah menjadi wahana ta’allum, bukan sebagai wahana ta ammul(angan- angan/ fantasy)...jadikan sebagai wasilah ta’awun..menolong menuju kesuksesan sejati, kesuksesan nurani.....ridlo Ilahi insyalloh menanti.....amiien

Wassalamu’alaikum wr wb

Sri_Tobat

Kasuhunan_Magelang_Hadiningrat

.L.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar