Rabu, 28 September 2011

Prasasti Yupa (Bagian I)

prasati mulawarmanBenda inilah yang menandai berakhirnya masa prasejarah Indonesia. Prasasti Yupa ditemukan di Bukit Berubus, Muara Kaman, Kalimantan Timur pada tahun 1879. Pada mulanya, prasasti yang ditemukan ini berjumlah 4 buah, tetapi kemudian tiga buah prasasti yang lainnya ditemukan lagi. Aksara yang dipahat pada prasasti ini diperkirakan menggunakan aksara Pallawa yang berasal dari awal abad V M, sedangkan bahasa yang digunakannya adalah bahasa Sanskerta.

Sekedar informasi, prasasti dan yupa prasasti menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sebagai berikut:

  • pra·sas·ti n piagam (yg tertulis pd batu, tembaga, dsb): dua buah -- di pendapa Kraton Mataram menarik perhatian para pengunjung;
    -- tinulat prasasti salinan yg dibuat pd waktu kemudian
  • yu·pa pra·sas·ti n Ark prasasti yg dipahatkan pd tiang atau tugu batu

DSC04799Adapun menurut Kamus Sanskerta – Indonesia yang ditulis oleh Drs. I Made Surada, M.A. terbitan Pāramita Surabaya, prasasti dan yupa itu adalah sebagai berikut:

  • DSC04798praśasti प्रशस्ति f. Doa; syair pendek tertulis dalam doa; baik; sangat baik; bagus; unggul; tuntunan; petunjuk; pedoman.
  • Yūpa यूप m. Tempat korban.

 

Pada saat ini saya ingin mencoba untuk membuat transkripsi prasasti berdasarkan gambar prasasti di atas.

Dapat diketahui bahwa menurut Buku Sejarah Nasional Indonesia II: Zaman Kuno yang ditulis oleh Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto yang diterbitkan oleh Balai Pustaka halaman 36, transliterasi prasasti diatas adalah sebagai berikut:

śrīmatah śrī-narendrasya;

kuṇḍuṅgasya mahātmanaḥ;

putro śvavarmmo vikhyātah;

vaṅśakarttā yathāṅśumān;

tasya putrā mahātmānaḥ;

trayas traya ivāgnayaḥ;

teṣān trayāṇām pravaraḥ;

tapo-bala-damānvitaḥ;

śrī mūlavarmmā rājendro;

yaṣṭvā bahusuvarṇnakam;

tasya yajñasya yūpo ‘yam;

dvijendrais samprakalpitaḥ.

Artinya:

Gothic_Capital_Sang Mahārāja Kundungga, yang amat mulia, mempunyai putra yang mashur, Sang Aśwawarmman namanya, yang seperti Angśuman (=dewa Matahari) menumbuhkan keluarga yang sangat mulia. Sang Aśwawarmman mempunyai putra tiga, seperti api (yang suci). Yang terkemuka dari ketiga putra itu ialah Sang Mūlawarmman, raja yang berperadaban baik, kuat, dan kuasa. Sang Mūlawarmman telah mengadakan kenduri (selamatan yang dinamakan) emas-amat-banyak. Untuk peringatan kenduri (selamatan) itulah tugu batu ini didirikan oleh para brahmana.

2004092Menurut Buku India and Java: Second edition, revised, and enlarged Part II (Inscriptions) yang ditulis oleh Bijan Raj Chatterjee, M.A., Ph.D. dan Niranjan Prasad Chakravarti, M.A., Ph.D. dan diterbitkan di Kalkutta pada tahun 1933, disebutkan bahwa translierasi prasasti diatas adalah sebagai berikut:

श्रीमतः श्रीनरेन्द्रस्य

कूण्ढॱगस्य महात्मनः [।]

पुत्रोश्ववर्म्मो विख्यातः

वंशकर्त्ता यथंशुमान् [॥]

तस्य पुत्रा महात्मानः

त्रयस्त्रय इवाग्नयः [।]

तेषाण्त्रयणाम्प्रवरः

तपोबलदमान्वितः [॥]

श्रीमूलवर्म्मा राजेन्द्रो

यष्ट्वा बहुसुवर्ण्णकम् [।]

तस्य यज्ञस्य यपोयम्

द्विचेन्द्रैस्सम्प्रकल्पितः [॥]

Adapun sumber informasi mengenai aksara Pallawa, saya sedikit mengacu pada penjelasan yang dijelaskan pada situs Pallava. Silakan diklik untuk melihatnya.

Berdasarkan keterangan dari ketiga informasi yang telah saya sebutkan dan gambar prasasti di atas, saya ingin mencoba membuat transkripsi dari prasasti ini. Gambar prasasti ini sangat tidak jelas, sehingga pentraskripsian kurang akurat. Di bawah ini adalah hasil dari pentranskripsian saya:

DSC04796

Saya meminta maaf jika dalam pentranskripsian ini ada kesalahan dalam penulisannya. Jika dikemudian hari saya memiliki kesempatan untuk memfoto prasasti ini sendiri, saya akan mencoba untuk membuatnya lebih akurat.

Kode prasasti ini tidak jelas. Jika ada yang tahu, tolong informasikan kepada saya.

Pesan saya: JANGAN SAMPAI SALAH MENGENALI SEBUAH PRASASTI YANG DIGAMBARKAN DI DALAM SEBUAH BUKU ATAU HALAMAN WEB. Prasasti ini telah sesuai dengan penjelasannya.

.L.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar