Jumat, 25 November 2016

3 (Alkisah)

RISALAH SRI SUSUHUNAN MAGELANG HADININGRAT KEPADA JAMAAH TILAWAH

IMG_3455

Alhamdulillah, ash sholatu wassalamu a’la rasulillah wa alihi wa ashabihi wa man walahu. Wa ba’d

Sebelumnya, ane memohon perlindungan kepada Alloh atas segala perkataan yang terlontar dari lisan ini, yang tiada dapat teramalkan oleh diri. Amiien

Sedikit kita tengok sebuah kisah, yang mana insyaAlloh kisah ini akan memberikan pelajaran kepada kita. Betapa banyaknya ni’mat Alloh swt yang tercurah kepada kita, namun tiada kita sadar akan itu. Sering kali Alloh mengingatkan dalam ayatNya “maka nikmat mana lagi yang hendak kalian dustakan?’....yaa...berkali2 Alloh memperingatkan kita dalam QS. Arrohman tentang ni’mat Nya ...

Semoga kisah berikut bermanfaat (dapat antum buka Riyadh ash sholihin )

Ketika itu, ada 3 orang yang diangkat beberapa ni’matnya oleh Alloh swt, sehingga ia tiada sempurna seperti manusia yang lain. Ada satu orang sama sekali ia tiada berambut, tak satu helai rambut pada kepalanya..mulus bin kinclong lah ia...kemudian ada pula satu orang yang berpenyakit abrash (sejenis penyakit kulit yaitu warna kulit yang warna warni alias belang) sehingga ia bagai bendera saja....karena warna warninya itu...kemudian ada satu orang lagi yang tiada bisa melihat alias buta.

Kemudian dalam suatu saat Alloh mengutus seorang hambanya sejenis malaikat, guna mendatangi ketiga orang yang diberikan kekurangan tersebut oleh Alloh. Kemudian malaikat itu diberi tugas oleh Alloh untuk memberikan ni’mat yang telah Alloh kurangkan dari ketiga orang itu.

Betul, tiba pada orang pertama, yaitu orang yang berkulit warna warni kaya pelangi atau dalam bhs arabnya disebut “Abrash”. Lalu si malaikat diperintah untuk menyampaikan beberapa pertanyaan, mari kita simak.

Malaikat bertanya :” Fa ayyu syai’in ahabbu ilaih??”..maka hal apa sekarang ini yang lebih engkau dambakan???” dijawab sama siwarna warni ini “ lawnun hasanun...ilkho’”..aku sangant mendambakan kulit yang bagus, indah, sewarna, dan mempesona....”..maka dengan ijin Alloh sang malaikat mengusapnya dan betul, kulit yang semula warna warni kaya bendera itu kini menjadi sewarna bagus, indah dan menawan. Lalu sang malaikat bertanya kali kedua “ fa ayyu malin ahabbu ilaih??”,,maka harta apa yang lebih engkau senangi kala ini??”...maka ia menjawab “ saya sangat senang terhadap hewan unta”....Lalu dengan ijin Alloh pula ia diberikan unta oleh malaikat tadi yang sedang hamil tua, dan sebentar lagi siap2 untuk persalinan....lalu bergegaslah sang malaikat dari tempat itu menuju tempat orang kedua..

Tibalah tugas malaikat bertandang kepada orang kedua, yaitu orang dengan kepala mulus bin kinclong alias bothak tadi, malaikat berujar salam “Assalamualaikum,,,,”...dijawab sama si bothak “alaikumussalam wr wb”...dan beberapa saat terjadi muhaddatsah antara keduanya . malaikat bertanya” Fa ayyu syai’in ahabbu ilaih??” ...maka pada saat ini hal apa yang paling kamu dambakan wahai si bothak????..maka ia menjawab “ sya’run hasanun ilkho’”....artinya “aku mendambakan rambut yang bagus, indah, lurus, bebas ketombe....bebas kutu dsb....(afwan sekedar bumbu yang memaksudkan keindahan rambut yang ia dambakan). Lalu dengan ijin Alloh swt, tumbuhlah rambut yang bagus dan menawan, ibarat sekarang mungkin bak artis shampoo anti ketombe dan anti kutu. Lalu malaikat bertanya kedua kalinya kepada si bothak berambut ini “ fa ayyu maalin ahabbu ilaih???”..maka harta apakah yang kamu lebih cintai sekarang ini???...dia jawab “aku senang dengan sapi”, kemudian dengan ijin Alloh swt, didatangkanlah seekor sapi yang sedang bunting dan hampir melahirkan anak. Tentu saja anaknya sapi....dan berlalulah malaikat dari si bothak berambut itu...

Kemudian tiba pada orang ketiga, yaitu sibuta dari goa hantu..eeh..maksudnya orang buta. Seperti kedua orang diatas, malaikat menanyakan hal apa yang paling ia ingikan, dan harta apa yang sangat ia senangi. Kemudian dijawab “ aku sungguh bahagia jika aku bisa sehat dan bisa melihat, dan aku lebih senang kepada seekor kambing sebagai hartaku”. Kemudian dengan serta merta atas ijin Alloh swt terjadilah keajaiban dimana matanya sehat dan bisa melihat lagi, kemudian ia diberikan seekor kambing oleh malaikat itu. Setelah itu ditinggalkanlah orang itu.

Kisah itu berlanjut menuju klimaks ketika Alloh mengutus satu malaikat untuk menguji ketiga orang tadi. Malaikat itu menyerupakan diri sebagai seorang miskin yang hendak meminta pertolongan.

Benar, suatu ketika sang miskin ini mendatangi si kulit mulus menawan yang tajiir itu. Ia berkata “ ya tuan, aku kesini hendak memohon pertolongan mu sebagai wasilah Alloh swt dalam menolongku. Aku seorang berkekurangan, kehabisan bekal. Maka berikanlah sedikit hartamu untuk aku.”..serta merta dibentak oleh si kulit mulus tadi, “heey...janganlah meminta2 seperti itu. Ini adalah hartaku, aku memperoleh dari turun temurun (insyalloh demikian jika tiada terbalik dengan orang kesatu, afwan agak pelupa). Maka si miskin tadi berkata “ sepertinya aku mengenalmu bukan?, apakah engkau yang dulu berkulit belang???”..serta merta dibentak dan diusir ia. Namun, seketika kembalilah ia kepada wujud si kulit aneka warna kembali dan menyesalkah ia???

Kemudian kedua kalinya si miskin berziarah kepada orang kedua, yaitu si bothak berambut indah. Ia sama seperti ketika pada orang pertama tadi, hendak meminta perbekalan dan sebagian kecil harta sebagai sedekah. Namu seperti pada kisah pertama, bahwa ia diusir dan dicaci. Lalu dengan ijin Alloh kembalilah bothak yang dulu pernah ngontrak dikepalanya itu, dan hartanya sedikit demi sedikit musnah, wallohu a’lam

Tiba pada orang ketiga. Si miskin meminta seperti pada orang pertama dan kedua. Ajaib, ia memberikan apa saja yang hendak diambil oleh si miskin tadi, ia berkata. Itu adalah harta pemberian ALloh, maka adalah hak ALloh atas jalanNya. Dan sudah tentu sejahteralah si ketiga ini bukan??

Ma’na yang dapat kita ambil adalah, bahwa di dalam rizqi kita ada juga bagian orang lain yang dititipkan kepada kita. Akankah kita tahan2 juga????

Lalu syukurkanlah diri kepada Alloh terhadap ni’mat yang telah dikaruniakan kepada kita, agar kita tidak menyesal setelahnya.

Demikian, mohon maaf

Sri susuhunan

Kasuhunan magelang hadiningrat

.L.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar