Kamis, 12 Januari 2006

Kenal Quran

 RISALAH SRI SUSUHUNAN MAGELANG HADININGRAT

KEPADA

JAMAAH TILAWAH

BISMILLAH

Bismillah

Alhamdulillah, Azka sholaty wa salamy li rasulillah, wa ‘ala alihi wa ashabihi akta’in

Wa ba’d

S Capatu yang mengusik benak saya, atau bahkan benak seluruh ikhwah. Tanpa mengecualikan terhadap diri saya sendiri. Di mana kita dihadapkan pada sebuah realita, yang sungguh apabila kita renungi, kita tafakkuri, sebetulnya hal itu tidak sepantasnya untuk diwariskan kegenerasi setelah kita, atau bahkan kita pun seharusnya tidak mengalaminya.

Ya,,,,itulah kenyataan, satu hal yang sudah di depan mata, dan wajib untuk kita hadapi. Kita semua sadar, kita berpedoman pada prinsip yang benar, yang bila kita senantiasa memegangnya dengan benar- benar, maka sungguhlah tidak akan kesasar selama- lamanya. Apa yang ada dalam benak ikhwah semua, tentu semua berfikir sudah pasti Al Qur an dan As Sunnah (Al Hadist).

Pemikiran ikhwah benar sekali, Al Qur an dan al hadist, begitulah kita selalu fasih mengucapkannya. Namun, sadarkah kita, apakah kita telah paham benar dengan kedua pedoman kita tersebut? Bisa jawabannya ya atau tidak, tapi saya yakin 80 % lebih dari ikhwah akan menjawab “tidak/ belum”. Alasannya, tentu saja klasik dan umum, “ Kendala terbesar adalah Bahasa”...

Lalu apakah salah Alloh swt menurunkan Al qur an dengan bahasa arab, kenapa tidak menggunakan bahasa Indonesia saja? Atau bahasa sunda saja? Atau bahasa Jawa saja?atau bahasa terserah......Hal itu di jawab Al Qur an

”Inna ja’alna al qur ana ‘arabiyyan la’allakum ta’qilun”...

”Sungguh Kami jadikan Qur an berbahasa arab agar kalian (mau/ mampu) berfikir/ berakal/ pandai.

Sungguh bukan tujuan Alloh mempersulit kita, jauhkan fikiran seperti itu. Ingat, alasan ini dibantah Qur an

“Wa ma anzalna al qur ana litasyqo”

...Dan tidaklah Kami menurunkan qur an hanya alas an untuk membuat kamu susah.

Sudah sewajarnya, perbedaan dalam ragam suku budaya akan menambah wawasan kita, ingat sekali lagi

“Inna ja’alnakum syu’uban wa qobaila, lita’arofu”

Sungguh Kami jadikan Kalian bersuku – suku berbangsa- bangsa agar saling tahu.

Tahu di sini bisa kita tafsirkan adalah saling memahami, dengan satu jalan mau mempelajari dan mengkaji hal ihwal bangsa/ suku lain. Tentunya dalam hal ini bangsa arab. Kita sebagai kaum ‘ajam (selain arab), dipancing dengan ayat tersebut, agar senantiasa giat dan optimis dalam mengkaji/ ta’allum al arabiyah.. tentunya dengan mencoba mengenal tata cara komunikasi bangsa arab sebagai bahasa resmi agama kita. Dan tentunya basaha arab yang menjadi alat komunikasi pegangan hidup kita, Al qur an dan hadist. Ya tho?

Dan tentunya ta’allum lughot arabiyah insyaAlloh akan menambah pengetahuan kita terhadap disiplin ilmu diniyah, sehingga akan menambah nilai ibadah kita.

Ta’allamu al arabiyata wa ‘allamuha annas”

..kajilah bahasa arab dan ajarkanlah kepada manusia...

Satu kendala lagi sebelum kita masuk pada tahap kajian bahasa, yaitu kendala ejaan/ huruf yang di gunakan Al quran itu sendiri. Sangat realistis pada masa sekarang ini, banyak ikhwah yang kurang mampu dalam mengenal qur an, dengan pengenalan awal yaitu membaca dan menulis huruf2 yang digunakan qur an. Satu kendala yang sudah saatnya kita pupus, mungkin akan sangat logis jika eyang kita, kakek kita, bapak kita tidak bisa membaca al qur an karena jaman beliau masih muda, tidak tersedia sarana yang memadai untuk berta’allum (kali aja jaman kompeny, ya khan). Tapi akan sangat ironis jika kita, atau bahkan anak cucu kita kelak mengalami hal ini. Sungguh kerugian yang amat besar jika hal ini menimpa kita. Patut kita canangkan program bebas buta qur an pada diri kita dan generasi muslim seangkatan atau di bawah kita. Logis sekali kalau ada ungkapan “ bagaimana mau paham qur an kalau baca saja sulit, apa lagi mengkaji pesannya kalau bahasanya saja aneh terdengar”

Salah satu pertanyaan yang terlontar kepada saya “ Bisa tidak huruf2 al qur an kita transliterasi?”.....Saya jawab ..” akan sangat sulit dan insyaAllloh tidak akan bisa”. Saya berpedoman bahwa Al Qur an adalah kitab yang murni, artinya tiada akan terubah sebagaimana jaminan Alloh

“Inna nahnu nazzalna Adz dzikra wa inna lahu la hafidzun”

..Sesungguhnya Kami turunkan al qur an dan Kami pula yang menjaganya.

Maka salah satu cara Alloh menjaga kemurnian baik dari segi tekstual ataupun ma’na nya adalah dengan menggunakan kaidah huruf2 arab dan bahasa arab. Karena akan sangat cocok jika bahasa arab menggunakan huruf arab, bukan yang lain. Salah satu bukti Alloh menjaga Al qur an juga dengan saking sulitnya huruf2 al qur an di transliterasi ke dalam huruf2 ajam. COba aja....ain di sukun, atau di dobel....” fa ‘ain lam ---à fa di fathah, lalu ‘ain di tasydid dan di fathah, lam di dhommah aja deeh” coba bunyinya gimana? Dan tulisan transliterasinya gimana? ...dan banyak lagi cara Alloh menjaga kemurnian Qur an, missal dengan adanya ummat yang hafal akan al qur an, sehingga akan sulit bagi pemalsu qur an untuk mengembangkan sayap mengobok2 qur an.....

Satu yang perlu kita program dalam hidup yang Cuma sekali ini...” Aku harus akrab dengan Qur an!”...

Konsekwensinya” belajar dunk”

  1. Tentang tata cara mengenal huruf2 nya
  2. Tentang cara mengerti bahasanya
  3. Tentang cara mengkaji kandungan maknanya
  4. Selebihnya tambahin sendiri ya..yang penting manfaat atuuhJ

Khilap mohon maaf, I’lam anna ashorfa ummu al ‘ulum wa annahwa abuha”

Wal hamdulillah

Ane make transliterasi juga tuh, masalahnye ga ade arabis font, mg2 maklum deeh

Rinepta Kala dinten Kamis12 jan 2006 / 12 dzil hijjah 1426 H

Sri Susuhunan Six_eat

Pidalem wonten kasuhunan magelang hadiningrat

L

Kamis, 05 Januari 2006

(Taubat)

 RISALAH SRI SUSUHUNAN MAGELANG HADININGRAT

KEPADA

JAMAAH TILAWAH

bismillah naskhi

Bismillah

Alhamdulillah, usholli wa usallimu ‘ala nabiyyih al karim wa sohbihi. Wa ba’d

Puji syukur atas ni’matNya

“Wa in ta’udduu ni’matallohi laa tuhsuuhaa”

(QS. Ibrahim : 34)

yang apabila kita mencoba menghitung, maka tiada jaminan bahwa laut sebagai tinta, dan pohon di dunia sebagai pena akan mampu menulisnya. Betapa tidak, segala yang telah Ia ciptakan tiadalah sia- sia belaka

“Robbanaa maa kholaqta hadzaa bathilan”

….maka bagi orang beriman hanya kata

“subhanaka faqinaa ‘adzabannaar”

[maha suci Engkau, maka jagalah kami dari siksa nerakaMu].

Satu konsekwensi, doa tersebut “ maka jagalah kami dari siksa nerakaMu” adalah menjaga seluruh ni’mat tadi dengan penuh iman dan ihtisab, dimana senantiasa menggunakan hal ni’matNya pada jalur yang tepat (dalam bahasa kerennya ‘proporsional’:). Karena sesuatu yang tidak pada jalurnya maka akan dikategorikan tidak proporsional, dalam bahasa santrinya disebut dzolim. Kita ingat, kisah para pendahulu kita,…coba kita ingat marii

- Nabi Adam a.s dan Hawa, ketika itu sungguh “kaid’ [tipu daya] iblis La’natulloh alaihim dengan gigihnya menjerumuskan simbah kakung (kakek laki2, bhs jawa) dan simbah putri kita [ Adam dan Hawa] menuju jurang pembangkangan / ma’siyat terhadap Alloh. Yang pada akhirnya mengakibatkan dihukumnya Adam dan Hawa dengan diturunkan ke bumi untuk menjalani masa tahanan….yang pada hakikatnya peristiwa tersebut sudah menjadi kehendakNya. Namun, di balik itu menjadi ibroh / pelajaran bagi kita untuk diambil hikmah dan solusi untuk memecahkan problematika hidup. Khususnya dalam memperbaiki kualitas iman. Coba kita ingat, betapa bahagia dan indahnya ketika Adam dan Hawa di surga, tiadalah gulana, sedih dan kekurangan. Namun, di balik itu semua Alloh ingin memberikan satu scenario lain bagi Adam dan Hawa, tiadalah mungkin Alloh kalah dengan iblis, hal itu musykil adanya. Makanya hal itu semua tidaklah terlepas dari kehendakNya. Bukan begitu ikhwah J?...pokoknya iya aza deeh…Bentuk pertobatan Adam diabadikan dalam qur an

“Robbanaa dzolamnaa anfusanaa fa in lam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakunannaa minal khosirin”..

’Ya Tuhan kami, kami sadar bahwa kami telah berbuat aniyaya pada diri kami, maka jika Kau tak memberi ampun pada kami, dan merahmati kami niscaya jelas sungguh kami tergolong kaum yang rugi’.

Satu lagi kita mendapat ajaran berharga dari kisah ini..bagus khan kisah qur an ini..tak akan kalah dibandingkan komik..maka dari pada baca komik..waah jauh lebih indah kita gunakan waktu yang akan kita pertanggungjawabkan kelak untuk mengerjakan hal yang bernilai baik ….satu nilai tambah kita dapat….ya to?

- Nabi Yunus a.s. Ingatkah ikhwah dengan nama ini???? Semoga masih jelas tertanam dalam benak ikhwah semua. Amiien J mari kita sedikit membuka kembali file di bathin kita, coba ingat dulu kisah nabi Yunus a.s…………..yaa benar! Beliau a. s adalah seorang rasul, yang pada pokok tugasnya di amanati untuk meluruskan perilaku para ummatnya ketika itu, namun ummatnya malah mbalelo (bandel’bhs jawa’). Sehingga timbul satu I’tikad dari beliau untuk meninggalkan / desersi dari tugas karena bandelnya ummat. Kala itu ia a.s pergi, meninggalkan ummatnya, ia berperahu bersama para penumpang lain bukan? Terjadilah satu sekenario Alloh sehingga ia di gulingkan ke laut, dan beliau berjumpa dengan seekor mahluk yang belum pernah ia pelihara di kolam (mana mungkin dipelihara, lha wong ikan hiu…J)….dalam pada itu beliau a.s gundah gulana karena beliau telah berada dalam kepayahan, yakni dimakan dan telah berada dalam perut kang hiu tadi. Lantas apa yang Beliau a.s lakukan?...mungkin jika kita yang mengalaminya, kita sudah tidak akan berfikir untuk hidup, untuk chatingan lagi, untuk kirim2 an email lagi..:) karena Beliau adalah orang terpilih, sungguh perilaku beliau a.s patut menjadi contoh bagi kita. Beliau a.s berserah diri sepenuhnya (pasrah bongkoan ‘bhs jawa’) kepada Alloh, beliau a.s menyadari kekeliruannya ini, langsunglah beliau muhasabah an nafs(introspeksi diri) bukan malah mencoba mencari kambing hitam, atau mencari alibi macem- macem kaya orang- orang yang plesiran ke luar negeri tuh..sementara rakyat menangis kesulitan mencari sepotong ubi jalar (di yahukimo tuuh). Doa pertobatan beliau a.s terekam dalam al qur an

“laa ilaaha illaa anta…subhanaka inny kuntu min adzdzolimin”…

’tiada Tuhan kecuali Engkau..maha suci Engkau, (aku sadar) sesungguhnya aku termasuk orang yang dzolim’….

serta merta Alloh menerima doa beliau a.s, dan ending cerita sudah tentu ikhwah tahu….satu point lagi kita dapat, introspeksi diri..jangan cari kambing hitam…karena ga mungkin ade orang mo lepas kambing sembarangan,,takut ilang..:)

Demikian dulu, semoga manfa’at…udah capek niiih..khilap mohon maap

Astaghfirulloh al ‘adzim

Kaserat Rikala Dinten kamis Pahing, Kaleres titi mangsa surya kaping 5, Chandra 1 warsa 2006.

 

Puji hastungkara tansah kahatur ngarsa Gusti kang Maha Agung, Nun inggih Alloh Ta’ala

 

Sri_Susuhunan_Six_Eat

Piyantun Kasuhunan Magelang Hadiningrat

Wekdal punika ngasta jejibahan agung nun inggih

Hanetepi darmaning nayaka upeti nagari

Katur hasesanti “ nagara dana raksa”

L