Selasa, 22 Mei 2012

Syukur

RISALAH SRI SUSUHUNAN MAGELANG HADININGRAT KEPADA JAMAAH TILAWAH

Assalamu’alaikum wr wb

Bismillahirrohmanurrohimu.

Gothic_Capital_A_thumb127lhamdulillahirobbil ‘alamien. Wa bihi nasta’inu ‘ala umurid dun-ya waddien. Ashsholatu wassalamu ‘ala Muhammadin, wa ‘ala alihi, wa shohbihi, wa man tabi’ahu bi ihsanin ila yawmiddien. Wa ba’d

Setelah kita semua memuji atas ni’mat yang diberikan Alloh kepada kita semua, dengan pujian yang agung sesuai dg keagungan Alloh. Maka, Alloh membanggakan kita dihadapan makhlukNya (para malaekat), lalu Alloh mengatakan :” HamidaNy ‘abdy”…hambaKu telah memujiKu..”..

Syariat bersyukur telah masyhur pada kita semua, maka kita ingat akan kisah nabiyulah Musa a.s, ketika berdialog dengan Alloh swt. Apalah istimewanya dari ummat akhir jaman? Jika dilihat dari segi fisik tentu kalah dengan ummat Musa. A.s, dari segi usia jauuh kalah, usia ummat Muhammad saw sekitar 60 an tahun. Sedang usia ummat Musa a.s sampe ratusan tahun, bahkan dipergunakan untuk beribadah saja. Lalu Alloh memberikan penjelasan, bahwa diberikanlah keistimewaan terhadap ummat Muhammad saw, apabila mereka melaksanakan ini maka akan didapat jaminan Alloh berupa maghfirahNya. Apa itu? Jikalaulah kita simak, dan resapi. Mungkin kita akan sedikit memandag kecil amalan itu, namun justru di mata Alloh hal itu sungguh sangat bernilai besaar. Ya, jika ummat Muhammad memulai pekerjaan dengan menyebut asma Robb, dan menutupnya dengan pujian kepada Robb, maka gugurlah dosanya. Semisal jika kita makan saja, dimulai dengan kalimat bismillah, dan doa yg masyhur…lalu pada pungkasan kita berdoa, alhamdulillah…maka gugur dosa kita, subhanalloh..seketika Musa a.s meminta untuk dijadikan ummat Muhammad saw yg penuh dengan fadhilah ini. Akan tetapi taqdir Alloh laen, adalah jatah kita semua menjadi pengikut rasul saw, menjadi penyempurna ummat terdahulu dengan syariat yg sangat sempurna. Alloh berfirman dalam qs, al maidah…alyawma akmaltu lakum dinakum, pd hari ini…tlh Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian…dan seterusnya. Maka apakah kita tidak akan bersyukur? Kata Alloh..”bal aktsaruhum laa ya’lamuuna”..akan tetapi kebanyakan dari mereka (ummat akhir jaman) tidak mengetahui ini ( fadhilah agung tsb). Sehingga banyak dari mereka yg meremehkan kalimat ringkas dan mudah ini, bismillah…walhamdulillah…ya..betapa sangat agung kalimat ini. Bayangkan saja, apabila ada seekor sapi dg nilai belasan juta rupiah…jika disembelih dengan nama selain Alloh..menyebut kalimat selain bismillah…maka sudah tentu diharamkan bagi kita untuk mengonsumsinya. Maka sapi senilai belasan juta rupiah ini, menjadi nol rupiah..sampah saja.

Maka kalimat bismillah, menjadi pintu dan kunci untuk memulai segala perkara yang baik, apapun itu. Sungguh, banyak dari kita tidak mengetahui, sekedar lalu saja kita beraktivitas, tidak dimulakan dg bismillah, dan ditutup dg hamdallah, padahal jikalau mengetahui berapa besar pahala yg diberikan Alloh, tiada mampu kita memikulnya. Rasul sempat bersabda:” setiap perkara penting, yang tidak dimulai dg bismillah, maka dia terputus”.

Satu saat seketika sholat berjama’ah, seorang sahabat betul2 khusyu’, sehingga ketika rasul yg menjadi imam kala itu, beri’tidal dan berucap :” sami’a Allohu liman hamidaHu”…Alloh mendengar siapa saja yg memujiNya”…spontan sahabat tadi menyahut:” Robbanaa lakal hamdu, hamdan katsiron thoyyiban mubarokan fiih”….hingga sampe pd saat setelah sholat, rasul menegur terhadap jama’ah:” siapakah tadi yang berucap demikian?”..sahabat berkata :” saya ya rasul, “. Maka rasul berkomentar :” aku telah dikabari Alloh, bahwa malaekat takjub terhadap kamu, dan mereka berpuluh2 ribu malaekat (menurut ustadz Abdullah bahreisy, 30 ribu malaekat) berebut mencatat amal bacaanmu tadi”. Sungguh, jika kita perhatikan disini, tidaklah gampang mengatakan seseorang sbg ahlu bid’ah, jika yg dilakukan belum tentu rasul lakukan. Maka tidak mudah seorang muslim akan menyakiti muslim lain, dengan memberikan tuduhan2 keji dan munkar, yang tentu akan menyakiti perasaan dan kehurmatannya, khususnya dg harkatnya sbg muslim. Astaghfirullohal ‘adzim.

Maka ketika Abdullah ibni umar rodhhiyallohu anhuma mengerti hal ini, lantas beliau mengatakan :” aku setelah mendengar hal tsb, setiap I’tidal aku membaca kalimat tsb”.

Suatu ketika, ada seorang hamba Alloh, ketika diberikan ni’mat, ia berucap : Robbanaa lakal hamdu, kamaa yanbaghy lijalali wajhiKa, wa ‘adhimi shultonik”…maka malaekat bingung mencatat amal dan pahalanya, lalu para malaikat menghadap Alloh dan menanyakan nya:” ya Robb, bagaimana kami hendak mencatat pahala dari amal hambaMu yg satu ini. Dia telah mendapat nikmat, dan memujiMu sebesar keagunganMu. Maka kami kebingungan menetapkan pahala, karena pujiannya terhadapMu, bobotnya sungguh amat agung.”. Alloh menjawab :” Aku yang akan menetapkan sendiri pahala hambaKu itu”. Subhanalloh…

Sebagaimana diperintahkan Alloh kepada Musa a.s untuk bersyukur, maka Musa a.s bertanya :” bagaimana caraku bersyukur kpdMu Robb?”. Alloh memberikan jalan yakni dg mengingatnya. Lalu alloh berkata :” fa idzaa dzakartany faqod syakartany”…maka apabila engkau berzikir kepadaKu, sungguh kau telah mensyukuriKu”.

Kita ingat kembali nabi Dawud a.s, ketika di perintah bersyukur kepada Alloh. Nabi Dawud berkata, :” bagaimana aku hendak bersyukur ya Robb?”…maka Qulilhamdulillah…katakan olehmu , segala puji bagi Alloh. Lalu nabi Dawud a.s berkata :” jika aku berkata “Alhamdulillah” maka sungguh itu merupakan nikmat pula bagiku. Maka sungguh syukurku tiada sebanding dengan nikmatMu yg besaar”…itulah hakikat syukuur, merasai diri sungguh kecil dibanding dg nikmat Alloh. Dikatakan dalam satu ayat :” wa in ta’udduu ni’matallohi laa tuhshuuhaa”..jikalau kalian hendak menghitung2 ni’mat Alloh, niscaya tidak akan mampu menghitungnya”. Bagaimana tidak, sungguh masuk akal bagi kita, ketika nabi Dawud a.s berfikir, jika beliau berucap “alhamdulillah” itu merupakan bentuk nikmat. Kita ambil logisnya, jika lidah kita kaku…atau bisu..maka apakah kita akan mampu berucap alhamdulillah..atau jika kita tiba2 tidak bisa bersuara..seperti serak yg sungguh berat..sehingga sakit untuk berkata2…sungguh…itu nikmat yg besaar…qulilhamdulillah….puji milik Alloh yang menggerakkan lidahku untuk mensyukuri nikmatNya.

Mulai dari setiap nikmat yg diberikan Alloh, bersyukur “Alhamdulillah”….segala puji bagi Alloh..Nabi Muhammad bersabda:” man lam yasykuril qolil, lam yasykuril katsiir”..siapa saja yg tidak mau bersyukur dikala mendapat nikmat yang sekecil apapun, maka dia tidak akan bisa bersyukur ketika mendapat nikmat yg banyak”. Hingga jika manusia itu mempunyai satu ladang emas, tentu ia akan mencari ladang yg kedua dan ketiga dst…barulah puas nafsu manusia itu, jikalau mulutnya telah disumpal dengan tanah. Artinya baru puas setelah mati..astaghfirulah

Dalam ayat lain, Alloh memberikan firmanNya :” fadzkuruuNy adzkurkum….wasykuruuly walaa takfuruun”…” maka ingatlah oleh kalian akan Aku, niscaya akan Kuingat kalian, dan bersyukurlah untukKu, dan janganlah kalian kufur”..gandengan kalimat..syukur adl kufur, tipis sekali sekat pembeda antara syukur dan kufur, ditegaskan dalam ayat lain QS. Ibrahem.insyaloh.coba buka :” Lain syakartum laazidannakum, wa lain kafartum , Inna ‘adzaby la syadiid”..jikalau kalian bersyukur, maka betul2 akan Kutambah (nikmat) untuk kalian. Tapi jika kalian kufur (nikmat) sesungguhnya siksaKu amat dahsyat”.

Coba kita bertegun sejenak, bayangkan kita ketika hendak tidur. Apa yg terfikir? Mungkin sebagian besar dari kita ga mikir apa2…atau malah ngelamun?sama kalo gitu…astaghfirulloh

Baca bismillah…selebihnya terserah andaJ terbangun….melihat keadaan kita masih utuh, melihat hidung masih nancep di muka, melihat tangan masih bisa uthik2, melihat kaki masih bisa berjalan, subhanalloh…banyak dari saudara kita, ketika bangun tidur mulutnya bisu, tangannya kaku, kakinya lumpuh.ada yg kena stroke dll.Allohu akbar…maka apa ucapan kita setelah bangun tidur?.pertama kali..bersyukur atas dikembalikannya ruh kita, yg semalam nglencer entah kemana, syukur atas badan yg sehat , syukur atas utuhnya iman. Maka ucap” alhamdulillah”…selebihnya terserah andaJ,,,yang penting tidak lupa..bersyukur…

Saya jadi inget ayat dalam QS; yaasiin…” qooluu man ba’atsanaa min marqoodinaa?..coba deh buka2 ya..terus renungi..:)

Sudah dulu ya…cape ngetik…walhamdulilahirobbil’alamien.

Afwan minkum

Wassalamu’alaikum wr wb

KASUHUNAN MAGELANG HADININGRAT

SRI_SUSUHUNAN_SIX_EAT

NAYAKA PRAJA INDRAPURA

.L.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar