Rabu, 30 November 2016

(Islam untuk Semua)

 RISALAH SRI SUSUHUNAN MAGELANG HADININGRAT

KEPADA

JAMAAH TILAWAH

SALAM

Assalamu’alaikum wr wb

Bismillahirrohmanurrohimu.

Alhamdulillahirobbil ‘alamien. Wa bihi nasta’inu ‘ala umurid dun-ya waddien. Ashsholatu wassalamu ‘ala Muhammadin, wa ‘ala alihi, wa shohbihi, wa man tabi’ahu bi ihsanin ila yawmiddien.

S Capeagaimana kita tahu, bahwa syariat islam itu adalah universal. Artinya merambah rata kepada siapa saja. Alloh swt mengutus rasul kita tercinta, panutan dan teladan terbaik kepada seluruh ummat akhir zaman. Bukan hanya kepada satu bangsa saja, yaitu arab. Namun, semua bangsa tanpa kecuali. Dan kepada siapa saja dan dengan kepercayaan apa saja, baik itu yang yahudi, ataupun nasrany dsb.

Sebagaimana Alloh telah mengutus rasul2 terdahulu, untuk membimbing kaum2 nya. Para rasul mengemban misi penting, yakni pengibadahan hanya kepada Alloh Yang Maha Satu. Coba kita lihat dari nabi nuh dst..hingga sampai kepada nabi Musa, yang diutus kepada bany Israel. Seketika bany Israel menganggap bahwa diri mereka unggul dibanding yang lain, dikarenakan mereka adalah pewaris trah kenabian, yaitu mulai dari Nabi Ya’cob a.s hingga sampai Musa a.s, maka mereka sering bertindak sesuai mau mereka saja. Padahal kemuliaan yg mereka elu2kan itu tiada lagi akan mereka dapati, jikalau mereka tidak menurut terhadap garis syari’at Alloh yg dibawa nabi mereka. Bahkan terkenal mereka dengan pemutar balikan fakta kebenaran, kitab 2 yg dibawa para rasul mereka ubah seenak perut mereka saja. Sebagaimana Taurat yg kemudian mereka selewengkan, dan banyak masalah yg ditimbulkan oleh mereka. Sehingga untuk memurnikan ajaran Musa kembali Alloh mengutus Rasul pula.

uzairKarakteristik bany Israel ini betul2 kurang baik, setiap ada rasul yg hendak membimbing mereka, justru malah mereka bantai, mereka tolak mentah2. nabi Uzair, yang sejatinya adalah orang shaleh pd jamannya, mereka pertuhankan layaknya Alloh. Mereka anggap sebagai anak Alloh, sungguh hal yg kelewat batas. Ada kisah menarik dari nabi Uzair, ya seperti ashabul kahfi. Ketika Nabi Uzair hidup dalam pakungan rusaknya akidah, Alloh memberikan keistimewaan kepada beliau untuk terlelap hampir ratusan tahun lamanya. Sehingga sampai pada suatu zaman yang aman, damai. Sehingga ketika dibangunkan beliau terkejut dengan keadaan sekitar yg telah berubah. Ditanya sama malaikat :” Berapa lama engkau tertidur Ya nabi?”. Beliau jawab :” sehari atau sebagian nya”. Malaikat berkata :” tidak! Kau telah tidur lama sekali…” Lihatlah sekitarmu!. Beliau melihat bekal makanan yg dibawa, masih bagus, utuh. Lantas malaikat menyuruh melihat kepada hewan kendaraannya (mungkin sejenis himar), rupanya telah wafat..sebagaimana telah membangkai lama sekali. Lalu beliau kembali kerumah yg dahulu beliau huni. Di sana beliau dapati seorang nenek tua, lalu berkata :” Aku ini Uzair!”. Nenek itu tidak percaya, sekali lagi beliau berkata :” Aku Uzair!”. Lalu nenek itu berkata :” tidak mungkin, Uzair sudah lama menghilang / wafat”. Rupanya nenek itu adalah pembantu keluarga Nabi Uzair, yg dahulu masih kanak2 tinggal bersama keluarga nabi Uzair. Lalu dikatakan oleh nenek itu :” Jika Kau memang Uzair, maka doakanlah aku supaya mataku bisa melihat kembali. Karena Uzair adalah anak yg paling terkenal akan mustajabahnya doa”. Ternyata nenek itu buta, dan dari kata2 nenek itu, dahulu Nabi Uzair adalah seorang yg masyhur akan keampuhan doa beliau, didengar Alloh swt dan dikabulkan. Betul, seraya didoakan oleh Nabi Uzair, maka sembuh dengan ijin Alloh penyakit mata nenek itu.dan percayalah bahwa orang yg datang itu adalah Nabi Uzair. Ternyata orang2 Yahudi mempercayai kelebihan (yg tentu dengan ijin Alloh) dari nabi Uzair ini sebagai pengkultusan yang keterlaluan, nabi Uzair dipercaya sebagai anak Tuhan. Dan dikatakan juga, bahwa ketika itu musnahlah para penghapal kitab2 Alloh, dan perpustakaan dsb. Sehingga hanya nabi Uzairlah yg dengan ijin Alloh mampu menghapal semua isi kitab itu. Sehingga makin menjadi2 pengkultusan kaum yahudi terhadap Nabi Uzair.

Lanjut topic lain, bahwa ketika syariat Musa a.s telah dikacau balaukan oleh kaum jahudi, terutama mereka yg mempunyai kedudukan di kalangan kaumnya, maka diutuslah nabi penyeru kepada jalan lurus kembali. Ada nabi Isa dg injilnya. Namun sebagai kita ketahui bahwa karakteristik yahudi itu adalah tukang tipu, dan tukang plagiat juga penyeleweng isi kitab. Maka, serta merta Isa a.s pun di hujat habis2 an, bahkan hendak dibunuh. Sehingga timbullah isu dibunuhnya Isa a.s, insyaloh begitu.

Namun, sebagaimana kita tahu, ada juga kaum 2 yang mengkultuskan Isa a.s seperti halnya nabi Uzair, bahwa nabi Isa dipercaya sebagai anak Tuhan. Ini betul2 keluar dari garis syariat yg dibawa nabi Isa a.s sendiri, bahwa beliau adalah penyeru kepada jalan selamat, jalan Tuhan Yang maha Satu. Kaum ini kita kenal dengan sebutan kaum nasrany, karena mengaku sebagai pengikut Isa Bin Maryam, yang lahir di daerah nasara atau nazareth, sehingga disebut sebagai pengikut nasrany.

Sama juga, ternyata ajaran nabi Isa ini juga telah dijungkirbalikkan oleh para pemuka agama nasrany, dengan sedikit demi sedikit mengubah isi kitabnya, jika kita hendak mengkaji perubahan2 ini, dapatlah kita pelajari ilmu kristology, namun disini kita tidak akan jauh kesana, karena kita lihat dari sisi pandang islam. Karena kita tahu, bahwa kitab yg paling autentik dan asli adalah hanya Al Qur’an saja, yang masih eksis hingga kini. Sebagaimana firman Alloh :

” Innaa nahnu nazzalna Adzdzkro, wa innaa lahuu lahafidhun”…”

Sesungguhnyalah Kami yang telah menurunkan Adz dzikr (Qur’an), dan sesungguhnya Kami yang akan menjaganya”.

Banyak cara Alloh menjaga kemurnian Qur’an ini, tentu kita tahu dengan banyaknya para huffadz, para ulama dibidang Qur’an dsb. Sedikit saja ada perbedaan dalam qur’an, maka langsung diketahui. Lain hal dengan kitab2 yg telah diubah2 seperti kaum2 di atas tadi. Boro2 mau menghapal, wong materinya diubah2 terus.

Lanjut, bahwa kedatangan islam adalah merupakan pukulan telak bagi para pengubah ajaran Tuhan ini, sejatinya islam hendak meluruskan pemahaman mereka. Namun karena mereka sudah gengsi, tertutup kepentingan dunia semata, takut kedudukannya tergeser dsb, maka ditolak pulalah isi Al qur’an itu. Islam sebenarnya menempatkan kedudukan para nabi dan rasul sbg pembawa risalah Alloh secara proporsional. Nabi dan rasul adalah hamba yg diberi amanah untuk membimbing ummat, bukan sebagai duta Tuhan yg dipercaya anak darah daging Tuhan, sekali2 tidak. Kita mempunyai landasan murni, satu Tuhan, tidak butuh Tuhan lain. Coba renungi QS. Al Ikhlash ….:

”Qul! Huwa Allohu ahadun (1) Allohu Ash shomadu (2) lam yalid wa lam yuwlad (3) wa lam yakun laHu kufuwan Ahadun(4)…..:”

katakanlah! Dia, Alloh itu adalah satu (1) Alloh adalah tempat meminta/ bergantung (2) Dia tidak beranak, dan tidak pula dilahirkan (3) dan tidak ada sesuatupun yang setara denganNya (4).

Sebenarnya kedatangan islam ini, jika memang kaum2 terdahulu itu memegang teguh ajaran nabi2 mereka, tentu akan disambut dengan baik. Dapat kita ambil contoh mereka yg memegang ajaran kitab nabi2 mereka yg masih asli. Suatu saat, sahabat nabi sewaktu dia belum islam, yakni Abu dzar al ghifary. Beliau diberi perkataan oleh kakeknya yg juga seorang nasrany, yg memberi isyarat bahwa akan ada nabi akhir zaman di daerah hijaz, kalo sekarang terkenal dg jazirah arab. Karena tekad yg kuat terhadap ajaran Tuhan yg benar, maka berangkatlah Abu dzar ini, ke negeri Hijaz itu. Lalu bertemu seorang nasrany pula, yang masih teguh dg ajaran sejati Tuhannya, yakni ajaran injil sejati dari Alloh. Dan dikatakan bahwa cobalah cari di daerah makkah / baytulloh. Dengan ijin Alloh maka bertemulah Abu dzar al ghifary dengan Sahabat Ali bin Aby Tholib r.a, ditanyakan kepada Ali :” aku mendengar di daerah sini ada nabi akhiruz zaman. Dimanakah kira2 aku bisa menemuinya?” lalu dijawab oleh Ali r.a :” Jika Kau bertemu dg Nabi itu, hendak apa yg kau lakukan?” dijawab oleh aby dzar :” Aku hendak mengikutinya”. Lalu akhirnya diajaklah dengan diam2 menuju kediaman rasul, dan betul. Disitu didapatilah rasul Muhammad saw, dan berikrar syahadatlah Abu dzar. Lalu berkata pada rasul saw:” Ya rasul, apa yg harus aku lakukan setelah aku bersyahadat?” lalu disuruhlah oleh rasul untuk berdakwah di luar hijaz, tapi karena asasul inqilab (asas perubahan diri karena syahadat), yg terjadi pada jiwa Abu dzar, dg semangat malah Abu dzar berteriak keras di baytulloh :

”Asyhadu an laa ilaaha illallohu. Wa asyhadu anna muhammadan Rasulullohi”

…kira2 begitu ya..

Dan kontan, Abu dzar dipukuli rame2 oleh kaum kafir kala itu. Untung datang melerai sahabat Abu baker dan berkata :” ketahuilah bahwa dia ini dari suku ghifar. Tempat kalian lewat jika berdagang, jika kalian aniaya dia, maka kalian bisa saja dibalas di jalan sewaktu melewati daerah ghifar”…dan hal itu diulangi kedua kali oleh Abu dzar :” :

”Asyhadu an laa ilaaha illallohu. Wa asyhadu anna muhammadan Rasulullohi”

..kontan di gebuki lagi deh..dilerai pula kembali oleh Abu bakr..gitu …

Jadi,. Intinya Islam itu datang untuk membawa kembali ajaran nabi2 terdahulu yg sudah dirusak….untuk semua..untuk kaum jahudi..untuk kaum nasrany…berfikir jernih…insyaloh akan menerima Islam…tapi kalo jahudi..?

walhamdulillah

Afwan minkum..

Wassalamualaikum wr wb

KASUHUNAN MAGELANG HADININGRAT

SRI_SUSUHUNAN SIX_EAT

NAYAKA PRAJA INDRAPURA

L

Selasa, 29 November 2016

Optim(is)

 RISALAH SRI SUSUHUNAN MAGELANG HADININGRAT

KEPADA

JAMAAH TILAWAH

Hamdalah

Alhamdulillah al qoil “ kullu nafsin bima kasabat rohinah”...wa qola aydlon “ alladi kholaqo al mawta wa al khayata liyabluwakum ayyukum ahsanu a’mala”. Sholawatuhu linabiiyi al kirom, wa salamuhu aydlon lahu saw. Wa alihi ashabihi ajmai’n...wa ba’d

I Capngin rasanya melihat diri menjadi tenteram, tenang tiada beban. Menjadi tambah iri jika melihat kelebatan anak kecil, bebas mengekspresikan nurani mereka, terlepas dari beban pikiran dan penatnya hati. Sering terbersit dibenak, hmm..ya itulah suratan, suatu saat anak –anak itu juga akan mengalami hal seperti kita. Tidaklah perlu disesalkan, yang terbaik adalah bagaimana menyikapinya dengan arif, bijak tanpa ada rasa keluh kesah. Ya, optimis dan optimis untuk mewujudkan target itu, menjadi seorang hamba Alloh yang betul- betul mengetahui dan menjadikan diri sebagai hamba yang bersipat hamba, sebagai hamba yang tahu kedudukannya sebagai hamba, sebagai hamba yang tidak pongah akan predikat kehambaannya, bahkan mencoba mengajak lingkungan tentunya setelah mengajak diri mengerti arti makna kehambaan.

Apa saja predikat kita dalam masyarakat, sejatinyalah hanya hamba. Tiada yang lebih dimuliakan, namun sangat prihatin sekali kadang kita sendiri merasa harus diperlakukan selayaknya tuan, dimana kita seharusnya sebagai figure pelayan malah menempatkan diri sebagai posisi yang tidaklah pantas. Kadang kita menggerutu dengan apa yang diberikanNya kepada kita, atau bahkan sering mengkufuri pemberianNya dengan perkataan yang tidaklah pantas terucap dari mulut seorang hamba. Ketahuilah ikhwah, bahwa kita dititahkan di dunia adalah untuk menempuh uji dan cobanya dan menyikapinya sebagai nilai ibadah, segala peluh akan terasa nikmat jika kita lewati dengan ikhlas dan penuh harap atasNya. Keringat yang menetes dari tubuh akan menjadi saksi kelak, bagaimana usaha dan usaha kita mencapai ridloNya, sehingga dalam segala kegiatan apapun akan bisa menghasilkan nilai yang akhirnya mampu mengangkat derajat kehambaan yang pandai bersikap, pandai bersyukur, pandai memanfaatkan dan menempatkan nikmaNya pada tempat yang layak. Ikhwah, dalam asasnya kita telah digariskan untuk bekerja berusaha memperoleh hasil untuk diri kita, seorang muslim dituntunkan mencari dan mencari, berusaha dan berusaha guna mencapai citanya. Bukan dengan berpangku tangan menunggu datangnya bagian, atau malah seenaknya menggunakan hasil usaha orang lain dengan tanpa usaha, atau malah menyerobotnya tanpa adat kesopanan. Demi Alloh, AL qur an berkata

“ Kullu nafsin bima kasabat rohinah”

..tiap- tiap nafs/ orang/badan itu atas apa yang ia gadai/ usahakan’....

ayat ini memberi gqambaran bahwa kita harus melakukan usaha, usaha untuk pencapaian cita kita, khususnya dalam pencapaian akhlak dan hasil yang akan kita petik kelak kemudian hari, apatah lagi hasil yang akan kita nikmati jauuh kedepan, yakni untuk masa depan dan investasi akhirat nanti.

Investasi, kata itu yang harus dipompakan kedalam jantung sanubari kita. Investasi, energi positif yang kita keluarkan, InsyaAlloh akan menjadi tabungan investasi kelak kita. Lalu dikaitkan dengan landasan yang pokok, yaitu ikhlas lillahi Ta’ala tiadalah tendensi duniawi semata sebagai pengontrol, namun jiwa iman islam menjadi motornya. Bergerak arif dan sigap dalam mempersiapkan diri menuju masa depan yang pasti.

Kita persiapkan diri menjadi seorang muslim yang amil, artinya senantiasa memberikan daya upaya untuk kesejahteraan Islam, minimal bagi islam dirinya sendiri, umumnya bagi islam secara luas. Hingga nantinya mampu memberikan aroma yang mendorong semerbaknya wewangian ruhiyah islamiyah dalam tiap jiwa sekitar kita, subhanalloh, figure seperti ini yang dikatakan oleh hadist” khoiru an nas, anfa’uhum linnas”..sebaik- baik manusia adalah ia yang mempunyai andil manfaat bagi manusia lain. Artinya mampu memberikan kontribusi keimanan bagi setiap anggota masyarakat muslim, mampu memberikan kekokohan kepada pondasi diniyah tiap- tiap muslim, bahkan mampu mewarnai jiwa tiap- tiap muslim sekitar kita dengan hiasan yang sungguh mengundang dan menarik mardlotillah....wahh figure ini tidak lain adalah uswah tambatan sanubari kita, Rasul saw...beserta sahabat beliau...bagaimana? optimis untuk bisa meniru mereka....majuu pantang munduur...say...”We believe our selfs”..........Qul “ Amanna anfusana”...percaya atas diri dan kemampuan menuju ketaatan sejati, songsong cinta ilahy..mariii..bareng- bareng friends...ikhwah,...

kisah-bijak-para-sufi-cara-menangkap-kera-aezWajarlah tiap manusia lemah seperti kita bergelimang dosa, wajarlah manusia biasa seperti kita beraroma ma’ashy, namun adalah sangat tidak wajar jika kita tiada mendekatiNya, memohon belas ampunNya, menangis meratap atas dosa kita di hadapanNya memohon maghfirohNya, mengharap belas kasihNya. Jikalau ada orang yang tidak demikian, maka ialah si congkak, si pongah, bagaimana ia akan menghadap Alloh kelak dengan wajah ceria, sedang di dunia saja tiadalah ia menebar suka dan senyum kepada saudaranya, sedang di dunia saja ia enggan menerima tetesan air hidayah yang terus menghujam batu hatinya. Maka orang seperti ini dicap oleh Al Qur’an “Qosat Qulubuhum”....telah mengeraslah hati- hati mereka. Adalah bisa terpecahkan andai batu yang senantiasa diteteskan air diatasnya dengan mudawamah/ istiqomah. Namun, jikalau hati yang telah menjadi qosat/ kesat, maka hidayahpun tiada ia pedulikan. Inilah cap bagi mereka dengan title “ Qirodatan khosiin”..kera yang nista. Tahukah ikhwah tentang kera yang hina sebagai telah ditulis dalam Al Qur’an??menurut ahlu tafsir, yang masyhur adalah wajar jika seekor kera bertingkah sebagai kera, maka tidaklah ia hina, karena memang kodratnya sebagai kera bertingkah seperti itu. Namun, bagaimana jadinya jika seorang manusia dengan bentuk dan wujud umum manusia, namun tingkahnya laksana kera saja, maka ia akan lebih hina daripada kera “ ulaaika kal an’ami bal hum adlollu”..merekalah itu laksana hewan, bahkan jauh lebih sesat. Sebagai kita teladani, seorang Rasul yang termulia sajalah ia mengatakan dalam hadist, bahwa sehari ia meminimalkan pertobatan dan permohonan ampunnya kepada Alloh swt, dengan perkiraan hitungan 70 kali, justru ia adalah orang yang ma’shum dan terjamin baginya surga. Lalu apa hendak kita buat jika kita tidak meneladani sipat dan sikap beliau saw itu???Dialah contoh dalam segala lini hidup,

“laqod kana lakum fi rosulillahi uswatun hasanah liman kana yarjulloha wal yawmal akhiro wa dzakarolloha katsiron”.

Teladan hidup yang tiada akan tersalahkan selama- lamanya bagi kita saja yang mengharap ridlo dan belas Alloh, yang beriman kepada hari akhir dan pembalasan, dan senantiasa ingat dalam segala tingkah akan diawasi dan diperhitungkan kelak.

Penulis berlindung atas segala kemurkaan ALloh dan ketidak sesuaian dengan yang telah ane tulis disini. Amieen

Walhamdulillah

Sri_susuhunan_six_eat

Kasuhunan Magelang Hadiningrat

Bersemangatlah ikhwah tilawah....songsong masa depan dengan ruh tilawah,

Senin, 28 November 2016

beda agm (beda agama)

 RISALAH SRI SUSUHUNAN MAGELANG HADININGRAT

KEPADA

JAMAAH TILAWAH

ASSALAMUALAIKUM

Assalamua’laikum wr wb

Alhamdulillahilladzi nazzala al qur’ana arabiyyan lijaa’lana mina al mutafakkirin. Tsumma usholly wa usallimu sholatan wa tasliman katsiron a’la Muhammad saw wa ahli baytihi wa ashabihi akta’in. wa ba’d

M Capohon maaf kepada ikhwah tilawah yang kemaren telah ane buat bingung tentang topic pernikahan dengan wanita dari ahlu kitab, yaitu jahudi dan nasrani. Sebenarnya bukan maksud bersilat lidah, karena dulu ane pernah mengirim sebuah artikel disebabkan karena permintaan seorang ikhwan dari jam’iyah ghurfat tilawah juga, yang menanyakan perihal keharaman menikah dengan beda agama. Kebetulan saat itu ikhwan kita menanyakan perihal menikahnya seorang muslimah dengan seorang hindust, jadi dengan dalil yang terdapat dalam al qur’an ane ambil simpulan bahwa hal itu jelas2 haram, dan tidak sah pernikahan itu.

Namun, kasus yang mencuat kemaren hari, itu berbeda ikhwah. Bahwa kasus di sini menempatkan seorang muslim menikahi seorang wanita ahlu kitab (jahudi dan nasrani). Jadi dalil yang kita pakai adalah sbb:, eiit..maaf, namun sebelum itu mari kita sama2 sadarkan iman dan diri kita, bahwa konsekuensi testimony yang telah kita ikrarkan adalah mengimani dan meng”iya”kan apa kata al qur’an, dan sabda nabi saw bukan???harus dijawab “ YA”,,,oke?

Baik, dalil nya sbb : silahkan antum buka QS: Al maidah :5, artinya “ pada hari ini dihalalkan bagi kalian yang baik2. makanan sembelihan orang2 ahlu kitab itu halal bagi kalian dan makanan kalian halal bagi mereka. (dan dihalalkan mengawini) wanita2 yang menjaga kehurmatan di antara wanita2 yang menjaga kehurmatan diantara orang2 yang diberi alkitab sebelum kalian, bila kalian telah membayar maskawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud zina dan tidak pula menjadikannya gundik2. barang siapa yang kafir setelah beriman maka hapuslah amalannya dan dia di akhirat termasuk orang2 yang merugi.”

Dalam kaitannya kita sebagai seorang muslim, tentulah kita akan dengan pasrah berkata” saya dengar, saya lakukan”..artinya bahwa apa yang dikatakan al qur’an itu benar adanya, sedikit mengurai kata”muhshonat” yaitu wanita2 yang menjaga kehurmatan, diartikan juga untuk wanita 2 yang menjaga kesucian dirinya sebagaimana firman Alloh swt “ Dan Maryam Binti Imran yang menjaga kesucian kemaluannya”. Baik, sekiranya belum jelas juga, sedikit ane utarakan sebuah hikayat.

Said bin Manshur meriwayatkan dalam kitab sunannya, dengan sanad yang sahih sampai kepada Wail, dia berkata bahwa Hudzaifah menikahi wanita yahudi. Lantas Umar r.a menulis surat padanya dengan maksud memerintahnya untuk mencerai istrinya itu, lalu dibalas oleh Sahabat Hudzaifah dan menanyakan” kenapa, apakah wanita itu haram untuk dinikahi?” Umar tidak menjawab haram, karena al qur an menghalalkannya, Umar hanya menjawab” Tidak, tetapi aku khawatir kamu mendapat wanita pezina di antara mereka”. Demikian, jelaslah dalil kehalalannya.

IMG_20190803_080207Lebih jauh lagi kita selami arti kehalalan wanita ahlu kitab di sini. Bahwa yang dimaksud ahlu kitab adalah ia yang diberi al kitab (taurat ataupun injil) selain al qur an. Yaitu secara jelas adalah kaum yahudi dan nasrani, kita ingatkan sejenak, bahwa inti dari kedua kitab itu adalah menyeru kepada pengabdian mutlaq atas Ketuhanan Yang Esa, yaitu Alloh. Dan sudah jelas tentunya bahwa dikabarkan dalam kitab2 tsb bahwa akan datanglah seorang nabi yang pungkasan, penyempurna syariat yaitu Muhammad bin Abdulloh saw. Maka ketika para ahlu kitab itu betul2 beriman kepada taurat ataupun injil, sungguh mereka akan terpesona dan mengakui kebenaran kalam Alloh terakhir yaitu al qur’an. Dan pada akhirnya pun aqidah mereka tetap satu, Allohlah Maha Esa. Tuhan Yang tiada berbilang seperti otak atik aqidah kaum Kristen dan jahudi sekarang. Bukan menafikan ada atau tidaknya ahlu kitab yang seperti ini pada jaman sekarang, namun yang jelas firman Alloh tentang kehalalan mereka adalah haq. Adapun akan sangat aman dan tidak beresiko jika kita menikah dengan sesame islam, semoga paham dan mengerti sehingga tidaklah meninggalkan suatu ganjalan dalam benak antum. Amiien

Untuk selanjutnya ane harap antum kaji kalam Alloh swt QS: Al Baqoroh: 62- 66. lalu antum cermati dan buatlah artikel kecil, kemudian coba crosscheq dengan ane suatu waktu, jangan lupa...insyalloh . nafa’anallohu bil qur’an amiien

Sri susuhunan badhe cuti

Kasuhunan magelang hadiningrat

L