Kamis, 06 Oktober 2011

ڤمالي بڤايڠ د دالم رومه

وايح اولن ککناکن بهاري، اوم سواه بڤاده،

 "ڤمالي بڤايڠ د رومه، سام هاج لاون مميوڠي اورڠ ماتي."

ڤماليٰن ايني مڽتأکن ڤنتاڠن نڠ دتجوأکن ݢاسن سبراتأن اورڠ مماکي ڤايڠ د دالم رومه کران لامن هال ايتو دݢاوي سام هاج لاون مميوڠي اورڠ ماتي. لامن ايڽ نڠ مميوڠي اورڠ ماتي، ايتو بأرتي اورڠ نڠ دڤيوڠيڽ اداله کڤتوهنڽ اتاو ڤڤدأنڽ.

ساسوي لاون کݢونأنڽ، ڤايڠ دڤاکي ݢاسن ملندوڠي ڤماکيڽ تماتن ڤانس متهاري وان هوجن. ڤماکيٰن ڤايڠ د دالم رومه ايتو مرڤاکن ݢويٰن نڠ کاد بݢون کران د دالم رومه سسؤرڠ کاد ڤرلو بݢناڠن کڤناسن اتاو کهجانن.

مللوي ڤماليٰن ايني کيت دلجاري بهو مماکي سسواتو ايتو هارس سسوي لاون کݢونأنڽ.

والله اعلم.

Senin, 03 Oktober 2011

Alquran & Alkitab: Mimpi Nabi Yusuf a.s.

TUHAN berfirman di dalam kitab-Nya yang Mulia:

إِذْ قَالَ يُوسُفُ لأَبِيهِ يَا أَبَتِ إِنِّي رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَباً وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِي سَاجِدِينَ

(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku."  (Yusuf 12:4)

וַיַּחֲלֹם עוֹד חֲלוֹם אַחֵר, וַיְסַפֵּר אֹתוֹ לְאֶחָיו; וַיֹּאמֶר, הִנֵּה חָלַמְתִּי חֲלוֹם עוֹד, וְהִנֵּה הַשֶּׁמֶשׁ וְהַיָּרֵחַ וְאַחַד עָשָׂר כּוֹכָבִים, מִשְׁתַּחֲוִים לִי.

Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang diceritakannya kepada saudara-saudaranya. Katanya: "Aku bermimpi pula: Tampak matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku." (Kejadian 37:9)


Pustaka Latin

Gothic_C_lum dixiſſet Joſeph Patri ſuo: O pater mi, certe ego vidi undecim ſtellas, & ſolem, & lunam: vidi eas me adorantes.

(Joseph XII, 5)

Gothic_Capital_Aliud quoque vidit somnium, quod narrans fratribus, ait : Vidi per somnium, quasi solem, et lunam, et stellas undecim adorare me.

(Genesis 37:9)

.L.

Jumat, 30 September 2011

Prasasti Yupa (Bagian II)

Gambar di samping ini mungkin sudah tak asing lagi bagi para pembaca. Ya! Gambar ini hampir selalu ada di setiap buku sejarah Indonesia dari tingkat Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi. Ini adalah gambar sebuah prasasti yang mengakhiri masa prasejarah Indonesia. Tapi adakah yang tahu apa yang tertulis di dalamnya?

Saya melihat gambar prasasti ini di buku sejarah Indonesia ketika kelas 4 SD (kalau tidak salah). Sejak saat itu saya penasaran apa yang tertulis di dalamnya. Ketika saya SMA, saya iseng membuat transkripsi dari prasasti ini, walaupun tulisannya sangat jauh berbeda dengan aslinya. Saat ini mungkin disetiap buku sejarah sudah dicantumkan tranliterasi dan terjemah dari prasasti tersebut tapi tidak menyertakan bagaimana bentuk tulisannya. Kita hanya diberitahu bahwa prasasti tersebut ditulis dalam bahasa Sanskerta dan berhuruf Pallawa. Hanya itu. Bagaimana bentuk huruf Pallawa, tidak ada yang tahu.

Saat ini, buku-buku pelajaran Sanskerta menggunakan aksara Devanagari, bukan aksara Pallawa yang ada di prasasti-prasasti berbahasa Sanskerta di Indonesia.

Imago(058)Gambar di samping adalah citra asli dari gambar prasasti yang ada di atas. Gambar saya ambil sendiri menggunakan kamera HP Nokia 3230, 1,3 MP pada hari Minggu tanggal 16 Agustus 2009 di Museum Nasional Jakarta. Prasasti yang terdaftar dengan nomor D.175 ini terletak di sebuah pojokan dekat musalla (kalau tidak salah). Ini adalah prasasti asli, sementara yang ada di Museum Mulawarman adalah replikanya.

Di bawah ini adalah hasil pentranskripsian berdasarkan foto yang saya ambil.

DSC04801

Mohon koreksinya jika ada yang salah. Di bawah ini saya sertakan juga transliterasi dan terjemahnya yang dikutip dari buku Buku Sejarah Nasional Indonesia II: Zaman Kuno yang ditulis oleh Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto yang diterbitkan oleh Balai Pustaka halaman 39.

Śrī-mūlavarmmaṇā rājñā

Yad dattan tila-parvvatam

Sa-dīpamālayā sārddham

Yūpo yam likhitas tayoḥ

Terjemahnya:

Tugu ini ditulis untuk (peringatan) dua (perkara) yang telah disedekahkan oleh Sang Raja Mūlawarman, yakni segunung minyak (kental), dengan lampu serta malai bunga.

.L.