Jumat, 02 Desember 2016

(Basmalah)

 RISALAH SRI SUSUHUNAN MAGELANG HADININGRAT

KEPADA

JAMAAH TILAWAH

SALAM

Assalamu’alaikum wr wb

Bismillahirrohmanurrohimu.

Alhamdulillahirobbil ‘alamien. Wa bihi nasta’inu ‘ala umurid dun-ya waddien. Ashsholatu wassalamu ‘ala Muhammadin, wa ‘ala alihi, wa shohbihi, wa man tabi’ahu bi ihsanin ila yawmiddien.

Untuk penjelasan variasi “basmallah”

bismillah naskhi

  1. BismillahirrohmanIrrohimI -à kenapa lafadz “arrohmanI dan arrohimI”..pada akhir harakat memakai kasrah?...yakni kita tahu. Bahwa dalam ilmu nahwu, kasroh disini menunjukkan I’rob khofadz/ jar. Hal itu disebabkan karena ada lafadz di depannya yg juga di khofadz/ jar, yakni lafadz “ Allohi”, karena lafadz Allohi disini di khofadzkan oleh sebab lafadz ini sebagai “ mudhof ilaih” dari mudhof “ismun”, sehingga dalam keumuman ilmu nahwu, bahwa hukum mudhof ilaih itu di I’roby khofadz/ jar. Sedang lafadz “arrohmanI dan arrohimI”..itu disebut dg sifat/ na’at. Sedang yg disifati adalah lafadz “Allohi”, atau disebut maushuf. Sehingga dalam ilmu nahwu, isim sifat ini dikategorikan isim yg taba’iyah, artinya I’robnya mengikuti maushufnya/ man’utnya. Kita lihat bahwa man’ut/ maushufnya dii’roby dengan khofadz, maka otomatis isim sifat/ na’atnya juga khofadz, dan khofadznya dengan kasroh.
  2. BismillahirrohmanArrohimA--à kenapa lafadz “arrohmanA dan arrohimA”..pada akhir harakat memakai harokat Fathah? ?...yakni kita tahu. Bahwa dalam ilmu nahwu fathah disini menunjukkan I’rob nashab, jika kita teliti lebih detail, ternyata ada lafadz yg dilesapkan disana, yakni lafadz / lebih tepatnya kalimat (jumlah) yang posisinya sebagai fi’il, karena menganut system jumlah fi’liyah. Yakni kalimat “amdahu”—yg artinya “aku memuji..”, maka lafadz  “ArrohmanA dan ArrohimA” di posisikan sebagai maf’ul bihi, sehingga harus dinashabkan dengan fathah. Kalau menurut saya pribadi, bisa juga lafadz “ArrohmanA dan ArrohimA” di posisikan sebagai na’at / sifat dari lafadz “ Alloha” yang dilesapkan dan merupakan maf’ul bihi, jadi lafadz  “ArrohmanA dan ArrohimA”tetap menjadi isim taba’iyah dengan I’rob sesuai man’utnya yaitu lafadz “ Alloha”. Tapi pendapat kedua ini Cuma sekedar pendapat saya, sedang dalam kitab2 nahwu saya jumpai seperti pada pendapat pertama..
  3. BismillahirrohmanUrrohimU -à kenapa lafadz “arrohmanU dan arrohimU”..pada akhir harakat memakai “dhommah”? .yakni kita tahu. Bahwa dalam ilmu nahwu dhommah disini menunjukkan I’rob rofa’, jika kita teliti lebih detail, ternyata ada lafadz yg dilesapkan disana, yakni lafadz/ isim yang posisinya sebagai mubtada’, karena menganut system jumlah ismiyah. Sedang kita semua sepakat, bahwa dalam jumlah ismiyah terdiri dari susunan isim2, dan disebut sebagai mubtada’ dan juga khobar, yang keduanya dii’roby rofa’. Kalimat mubtada’nya adalah dikira2kan “Huwa (Allohu)”, sehingga secara nyata dapat di tulis” Huwa arrohmanU…”, maka posisi “ArrohmanU dan arrohimU” adalah sebagai khobar, dengan I’rob rofa’ yang memakai harokat dhommah. Dengan demikian, tidak serta merta berbeda itu adalah langsung vonis sesat, atau bid’ah..semua perlu ilmu yang mendasarinya.

Walhamdulillah…afwan minkum…wassalamualaikum wr wb

Sri_Susuhunan_six_e@t

L

(Tauhid)

 RISALAH SRI SUSUHUNAN MAGELANG HADININGRAT

KEPADA

JAMAAH TILAWAH

SALAM

Assalamu a’laikum wr wb

Ahmaduhu swt hamdan yaliqu bijalalihi wa a’dzimi shulthonih

Azka sholaty wa salamy a’la rasulihi wa alihi wa ashabihi wa man tabi’a thoriqotihi

Wa ba’d

Qolu subhanaka la ‘ilma lana illa ma a’llamtana innaka anta al a’limu al hakim (2: 32)

Allohummarhamna bil qur an amieen

Qola rasulullohi saw “ man ata ‘arrafan aw kahinan fashoddaqohu ma yaqulu faqod kafaro bima unzila ala muhammadin saw

Wa qola aydhon “ Inna ar ruqo wa at tamimata wa at tiwalata syirkun

Shodaqo rasuluhu annabiyu al karim

T Capauhid merupakan inti dari ajaran agama yang haq. Mengajarkan bahwa setiap manusia mempunyai kewajiban terhadap yang membuat alam. Kita akan memakai istilah alam sebagai persamaan dengan kata mahluk, sebagaimana juga dipakai dalam Al qur an pada Surah luth. Artinya bahwa Alloh swt mengutus rasulnya dari mulai jaman awwal sampai jaman akhir, yaitu semenjak jaman Adam sampai Muhammad (alayhima assolatu wa salam), dengan satu misi mengemban amanat yang agung, amanat yang tidak boleh ternodai oleh unsur2 kotor, yaitu ajaran ketauhidan yang haq.

Pengertian sekilas tentang tauhid dapat kita artikan dari katanya “ tawahhada .....tawhidan”...mensatukan, artinya meyakinkan hati akan satunya Tuhan, Robb semesta alam. Bahwa tiada Tuhan yang patut disembah kecuali hanya satu, yaitu Alloh.

Berbagai dimensi tauhid telah Kami uraikan pada artikel terdahulu, mulai dari tauhid uluhiyah (ketuhanan), tauhid rububiyah (keperkasaan dalam pemeliharaan) dan tauhid asma wa ash shifat (segala nama2 Sifat keagungan yang hanya dimiliki Robb). Maka urgrensi tauhid adalah sebagai kunci pokok tiap2 ajaran yang diemban oleh masing2 rasul alayhimus salam.

Termasuk dalam kaitannya bahwa Al qur’an menuntunkan di dalam surat al an’am :82 “alladzyna amanu wa lam yalbisu imanahum bi dzulmin ulaika lahum al amnu wa hum muhtadun”...orang2 yang beriman dan tiada mencampuradukan keimanan mereka dengan perbuatan dzolim, bagi merekalah (jaminan) keamanan (keselamatan) dan merekalah orang2 yang diberi petunjuk.....

Ketika ayat ini turun, rasul menguraikan kepada para sahabat, sekonyong2 para sahabat gelisah dan pening, dengan asumsi bahwa tiadalah orang yang belum pernah melakukan kedzoliman atas iman mereka, maka mereka menanyakan perihal ini atas rasul saw “Ya rasulalloh, ayyu man la dzolama nafsahu????”..ya rasul, mana orang yang tida berbuat dzolim atas dirinya???......

Selanjutnya melihat kegundahan hati para sahabat rasul memberikan penafsirannya terhadap ayat ini, dengan ayat ke-13 dari surat Luqman “.....inna asy syirka ladzulmun a’dzim”...Sesungguhnya syirik adalah penganiayaan/ kedzoliman yang BESAR . Maka seketika itu para sahabat menjadi sejuk hatinya, tiadalah kiranya para sahabat berani berbuat yang berbau syirik.

What is Grimoire vs Book of Shadows? How to create an amazing Spell Book?  Practical guide + 55 witchcraft topics to research! ⋆ Witch Journal

Syirik adalah perbuatan yang baik disengaja, ataupun tidak, diketahui ataupun tidak, disadari ataupun tidak menjadikan sautu mahkluk / barang/ benda2 sebagai kesertaan Tuhan, atau sebagai sesembahan selain Tuhan. Hal ini sangat pelik di masyarakat, banyak praktek2 yang telah menjerumuskan masyarakat dan ummat kepada jurang kesyirikan yang berakibat fatal, yaitu neraka selama2nya. Bahkan kesyirikan ini cenderung bersifat mengelabuhi , bukan terang2 an, inilah bahaya laten dari syirik khofy/ samar. Yaitu berkedok dengan topeng2 islamy, dengan jalan mengamalkan hal2 peribadatan yang sungguh tidak ada contoh dari rasul saw ataupun sahabat, baik tabi’in ataupun tabiut tabi’in. Alasan mereka sangat klasik, katanya guruku dulu seperti ini, ustadku/ kyaiku dulu mengajarkan ini, ulama2 dulu juga mengamalkan ini....tragiss sekali realita ini. Ikhwah, jangan kita memandang sebelah mata terhadap masalah ini, karena hal ini menyangkut hajat hidup ummat diakhirat kelak, bayangkan ketika ummat dirajam, dila’nat Alloh swt hanya karena mereka melakukan ritual2 ibadah yang menurut mereka sesuai syari’at namun pada dasarnya kosong, tiadalah tuntunan atasnya baik dari nabi ataupun sahabat, tabi’in wa at tabiut tabiin. Inilah amalan yang disebut bid’ah, yang cenderung lebih dicintai syetan daripada perkara haram, ikhwah coba kita fikir bahwa pelaku bid’ah jelas tidak sadar dan pasti akan mencari dalil ini itu untuk melegalkan ritual ibadah yang tidak berdasar itu. Makanya hal yang haram telah jelas, dan seluruh manusiapun tahu kalau itu haram, tapi tentang hal bid’ah, hal inilah yang menjadi celah kesenangan syetan, kita dielus2 oleh kata syaithon” Ayo lakukan...ini ibadah kok...dulu para ulama juga mengamalkannya...buktinya mereka menjadi orang tenar..dsb”. Ingat ikhwah, bahwa tidak semua ulama itu berakhlak karimah, ingat sabda nabi saw “Kecelakaan bagi ummatku dari (akibat perbuatan) ulama yang jelek (jahat). Mereka memperdagangkan ilmu ini, mereka menjualnya kepada para penguasa di masa mereka, dengan maksud untuk keuntungan diri sendiri. Semoga Alloh tidak memberi keuntungan pada perdagangan mereka itu” *HR. Hakim

Ikhwah, menanggapi kenyataan pedih ini kita juga harus waspada, maka wajib bagi kita membentengi ummat dengan bekal ilmu. Sedikit hal yang bisa Kami lakukan adalah dengan memberikan sumbangsih pikiran dalam karya kecil ini. Demikian akan Kami urai tentang ciri2 ulama su’/ ulama bobrok :

  1. Memberi fatwa sesat kepada ummat

Hal ini bisa terjadi, dengan alasan bahwa keinginan atau ego dari ulama itu ataupun syetan yang merasukinya. Suatu contoh, hal yang jelas2 diharamkan oleh Alloh dan rasulNya akan ia fatwakan halal. Misal, bahwa Alloh telah mengharamkan zina, namun dengan berbagai alasan,suka sama suka maka gugurlah haramnya zina. Hal ini diterapkan di Indonesia, dalam KUHP / Kitab undang2 Hukum pidana, jika dua orang lain jenis melakukan hubungan atas suka sama suka maka hal itu tidak dikategorikan zina, naudzubillah....Satu lagi contoh, missal dalam hadist jelas disebutkan “Inna ar ruqo wa at tamimata wa at tiwalata syirkun” (hadist atas riwayat Abu Dawud dan Imam Ahmad), artinya “Sesungguhnya mantra/ japa dan jimat2 dan guna2 itu syirik”

Maka dengan kelihaiannya ulama su’ tsb meramu kata2 dan penghias bibir supaya ummat mau menerima hujjahnya untuk menggunakan mantra2 tertentu, atau azimat2 atau guna2 dsb. Hal itu sungguh telah ingkar sunnah baik secara al qur an ataupun hadist. Maka apakah kita masih terpaku atas ego dan fanatisme kita terhadap ulama seperti itu???sungguh, betapa bodohnya kita jika masih tergiur ulama su’ tsb. Mari, kita lebih kritis dalam hal ihwal ibadah.Mari kita simak ayat berikut: “Ketika orang2 yang diikuti itu berlepas diri dari orang2 yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa. Dan ketika segala hubungan diantara mereka terputus sama sekali. Dan berkatalah orang2 yang mengikuti, seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami.” Demikianlah Alloh memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka . Dan sekali- kali mereka tidak akan keluar dari api neraka “(Al Baqoroh: 166-167), dan bisa antum lihat QS. Al Ahzab:66-68

  1. Mengajarkan fanatic buta

Waspadalah ikhwah. Fanatik terhadap kebenaran islam adalah haq, namun fanatic akan satu tokoh saja adalah sangat tidak masyruiyah, kecuali fanatic atas nabi Muhammad saw. Uswah kita adalah Rasul, bukan pak ini pak itu, ustad ini ustad itu, kyai ini kyai itu....Kita dituntut kritis dalam setiap fatwa yang sebagian ulama fatwakan (maksudnya ulama secara parcial/ personal bukan MUI). Dalam Al qur’an surat Al Hujurat :6 dituntunkan “Ya ayyuhalladzina amanu in ja a kum fasiqun binabain fatabayyanu an tushibu qowman bijahalatin fatushbihu ala ma fa’altum nadimin”..Hai orang2 yang beriman jika dating seorang Fasik kepadamu dengan kabar, maka telitilah/ kritisilah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. Biasanya ulama su’ ini jika dikritisi jawabanya seperti telah diurai al qur’an “ Dan bila dikatakan kepada mereka “ikutilah apa yang telah diturunkan Alloh “..jawab mereka “ (Tidak) tetapi kami hanya mengikuti amal2 dari nenek moyang/ bapak2 kami.” (apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk (2:170), lihat juga Az zukhruf:23, Al maidah: 104, Luqman :20-21

  1. Menyebarkan fitnah

Biasanya ulama su’ akan menfitnah ulama yang baik, yang berpegang kepada al qur an dan sunnah, yang consist terhadap agama islam. Alasannya banyak, bisa karena politik, ataupun keluarga atau organisasi, tapi yang jelas memanfaatkan ummat yang fanatic buta, yang tidak tahu apa2, ummat yang seperti ini sungguh kasihan. Mereka digunakan tameng, perang maju duluan, mati juga duluan, traggisnya lagi tidak tercatat sejarah .ngenes bukan???? Kita perhatikan hadist riwayat imam baihaqi “ Akan tetapi bagi manusia akan ada suatu jaman, sedemikian rupa agama islam tidak tinggal kecuali hanya namanya saja, dan tidak tinggal dari al qur an kecuali hanya huruf dan tulisannya saja. Masjid2 mentereng dan megah, tetapi sunyi dari petunjuk. Ulama mereka adalah manusia paling jahat (jelek) diantara yang ada di bawah langit. Dari mereka (ulama itu) muncul fitnah dan (fitnah) kembali ke dalam lingkungan mereka.”

  1. Menjual agama

Biasanya dengan alasan ini itu, ulama itu mendekati penguasa, merongrong kewibawaan islam dengan menjilat penguasa. Sekedar mencari ketenaran dunia dan gemerlapnya.hadist ““ Kecelakaan bagi ummatku dari (akibat perbuatan) ulama yang jelek (jahat). Mereka memperdagangkan ilmu ini, mereka menjualnya kepada para penguasa di masa mereka, dengan maksud untuk keuntungan diri sendiri. Semoga Alloh tidak memberi keuntungan pada perdagangan mereka itu” *HR. Hakim

  1. Ulama rusak moral

Bila telah terjadi hal ini, maka siap2lah ummat untuk berhijrah menuju hal yang terbaik, tinggalkan tipe2 ulama tsb. Hadist dirawykan oleh Ibnu baththah al akbury dan ibnu abdilbarr “ Yaa rasululloh, siapakah sejelek2 manusia?”Maka jawab Nabi “ Yaa Alloh, Ampunilah dosa2 kami. Sejelek2 manusia adalah ulama, apabila mereka itu telah rusak / bejat moralnya”

Ikhwah semua, salah satu usaha menjaga kejadian2 tsb kita harus berusaha mendalami ilmu2 agama secara baik. Berguru pada ulama yang baik, mengatakan yang haq adalah haq dan bathil itu bathil. Tanpa tendensi apapun, kecuali ridlo Alloh semata, mau menghidupkan sunnah Nabi, menghindarkan diri dari amalan tanpa tuntunan, karena siapa saja yang benci terhadap sunnah rasul maka ia telah keluar dari koridor ahlussunnah. Termasuk seperti kegiatan memakmurkan masjid, menghidupkan semangat berta’allum, termasuk juga hal ihwal memberantas kesyirikan seperti ruqyah syar’iyah misalnya. Namun juga harus memperhatikan cara dakwah. Tetap melihat kondisi ummat, siap atau belum. Hanya doa kita semua, semoga Alloh membuka mata hati kebenaran tiap ummat. Amieen

Magelang Hadiningrat

L

Kamis, 01 Desember 2016

(Gaib)

 RISALAH SRI SUSUHUNAN MAGELANG HADINIGRAT

KEPADA

JAMAAH TILAWAH

ASSALAMUALAIKUM

Assalamu’alaikum wr wb

Bismillahirrohmanurrohimu.

Alhamdulillahirobbil ‘alamien. Wa bihi nasta’inu ‘ala umurid dun-ya waddien. Ashsholatu wassalamu ‘ala Muhammadin, wa ‘ala alihi, wa shohbihi, wa man tabi’ahu bi ihsanin ila yawmiddien.

Qola Allohu ta’ala fil Qur’anil Karim. A’udzubillahi minasy syaithonirrojim. :

” Innalloha ‘indaHu ‘ilmus sa’ah’ wa yunazzilul ghoits’ wa ya’lamu maa fil arham’ wa maa tadry nafsun maa dzaa taksibu ghoda’ wa maa tadry nafsun biAyyi ardlin tamuutu’Innalloha ‘Alimun Khobir”. 

( QS. Luqman :34 ).

Allohummarhamnaa bil Qur’an, amien.

M Capaka setelah kita diperintahkan oleh Alloh swt, untuk senantiasa bertaqwa, sebagaimana keumuman taqwa yang telah kita maklumi. Yaitu menjalanakan perintah sesuai kadar kemampuan, dan menjauhi laranganNya. (saya bermohon kepadaNya agar termasuk didalam golongan muttaqien, dan dijauhkan dari perkataan yg tak teramalkan ). Sebagaimana telah diperintahkan secara textual dalam QS. Luqman : 33, yang memuat tuntunan tindak lanjut mukmin, di sana disebutkan…Yaa Ayyuhannas ittaquu robbakum!..wahai sekalian manusia, takutlah kalian/ taqwalah kepada Robbmu!, Alloh memakai kata “Robb”, artinya bukan sekedar memiliki mahluk, namun Ia juga sebagai penjamin segala kebutuhan mahluk, tiada lain adalah menunjukan sifat pemeliharaan Tuhan terhadap hambaNya, tanpa kecuali, baik itu mukmin atau kafir. Ingat, bahwa terhadap kaum kafir pun Alloh tetap memberikan keadilanNya, tetap diberikan rizki. Kita lihat pada keumuman nyata, betapa ada saudara seiman dg kita, yang dalam kehidupan dunianya kurang begitu berhasil, alias kurang sukses, mencari nafkah kesulitan dsb. Sementara kita lihat ada orang kafir yg begitu sukses dalam usaha nya, dan tercukupi kebutuhan hidupnya, bahkan berlimpah. Semua itu bukan berarti bahwa Alloh pilih kasih, justru menjadi batu ujian bagi mukmin. Namun, semoga kita semua diberikan sukses dunia juga akherat, amien. Sifat Alloh semacam ini tergambar dalam kalimat “ Arrohman”…sedang keadilan Alloh terhadap keimanan seseorang, akan ditunjukan secara nyata dan secara tegas, khususnya pada hari dimana tidak akan ada pertolongan selain dari Alloh. Maka dalam kalimat lanjutan ayat 33 tadi sbb:

”yawman laa yajzy walidun ‘an waladihi, wa laa mawludun huwa jazin ‘an walidihi syai’an”

..sebagai terjemahan bebas kita ..:

” takutlah kalian yaitu pada hari dimana tidak bisa memberi tolong orang tua kepada anaknya, dan pula tidak bisa menolong seorang anak kepada orang tuanya sedikitpun”..

maka pada saat itu semua kita akan memikul pertanggungjawaban kita, umur dan sbg nya yg diamanatkan kepada kita. Saat itu, semua dibangkitkan dari Qubur, telanjang bulat kembali lagi seperti keadaan semula, bagi lelaki masih berkulup sebagaimana belum dikhitan. Saking sibuknya mereka mengurus dan memikirkan diri sendiri, tidak akan bisa menghirau orang lain, digiring…di belakang neraka, di depan neraka..semua menunduk malu, takut..cemas dengan vonis keadilan Alloh. Saat itu yang mukmin diberi jaminan ampunan dan kasih rahmat ALloh, mereka yg berhasil menjalani managemen hati, selamat dari noda dan penyakit hati, berupa ujub, takabbur, iri, hasud, sipat 4 S( Susah melihat orang lain Senang, dan Senang melihat orang lain Susah), sipat yg suka mencibir orang yang berusaha membenahi diri untuk menjadi baik, yg mendholimi sesama muslim, mencaci, memaki, bahkan sampai menyakiti perasaan dan harkat diri sebagai sesama muslim, mengeluarkan statemen yg tidak pantas keluar dari seorang muslim thd saudaranya sesama muslim, astagfirulloh…termasuk yg paling rugi adalah mereka yg suka berghibah..mengumbar mulut membicarakan kejelekan orang lain..(saya mohon maap jika ada dari antum yg sempat saya ghibah), apalagi yang hobi nggosip, katanya kalo ga nggosip sehari saja, dunia rasanya hampa. Hati2..rasul menghukumi orang seperti ini sebagai orang paling merugi (muflis). Ketahuilah oleh kita, bahwa orang yg paling rugi, adalah ia yang ketika menghadap Alloh membawa pahala shiolatnya, puasanya, hajinya, sodaqohnya, tahajudnya, dhuhanya, tilawahnya, dsb…namun satu sisi seketika dia hendak masuk surga, datanglah saudaranya yg dahulu terdholimi, yang dahulu mungkin sering dihujat, dicaci dan dimaki, dihinakan di khalayak, dicap sesat tanpa ada rekomendasi secara haq oleh Jumhur Ulama, saat itu meminta keadilan Alloh terhadap nya, sehingga untuk menggantikan dosa terhadap sang madhlum (yg dizalimi), ia harus mengakumulasikan dg pahala yg dia bawa tadi. Sehingga jika tiada cukup pahalanya untuk diakumulasikan dg dosa kedholiman yg diperbuatnya, maka..dosa dari sang madhlum tadi dilimpahkan kepada orang yg berbuat dholim tadi, begitu seterusnya…na’udzubillah….

Maka, Alloh menegaskan..

”Takutlah kalian pada hari dimana tidak bisa memberi tolong orang tua kepada anaknya, dan pula tidak bisa menolong seorang anak kepada orang tuanya sedikitpun”..

Bahkan Alloh juga memberi rambu2 kita pada ayat lain juga, yaitu insyaloh QS:2 ; 48,

dan Takutlah kalian akan hari dimana tidak seorangpun bisa membela orang lain sedikitpun, dan tidak diterima SYAFAAT, dan pula tidak diambil (diterima) gadai/ tebusan daripadanya, dan mereka tidak akan ditolong.”

Dalam huruf cetak capital ada kata syafa’at, yaitu pertolongan dari nabi kepada hamba tertentu untuk meringankan beban / azab dengan ijin Alloh ( kalau percaya- ga percaya ya sudah..asal jangan ngomong ahlu bid’ah). Dan juga kata “Adlun…yaitu gadai, tebusan. Mungkin dalam waktu dunia ini, jika ada yg terkena sanksi hukum pidana, dan terpaksa menginap di hotel prodeo, masih bisalah ada jaminan tebusan, sehingga saat itu kita siapapun bebas. Namun, akankah sama halnya jika kelak di akhirat?...jawabnya adalah ayat tadi,,,Maka, secara kacamata mukmin, harta dunia yang mungkin sangat membanggakan bagi kita, rumah mewah, mobil bertumpuk, rekening seabrek..asal bukan rekening listrikJ..perusahaan yg hebat…dsb…membuat kita lelap dari aktivitas spiritual..lalai mengkaji indah dan luasnya lautan ilmu Alloh, menyelami indahnya laut ilmu islam..woow…maka dunia yg melimpah ini nantinya tidak menjadi tebusan di akherat. Lain halnya jika tidak lalai thd kewajiban seorang hamba, missal sudah jadi businessman sukses, istri empat, (empat mata…hehehe..), anak2 saleh salihah, punya pesantren, punya panti asuhan, masih meluangkan waktu untuk mengkaji ilmu Islam, bahkan menjadi ujung tombak dalam berdakwah, woow…sukses dunia akherat betull..Dan hal spt itu bukan mustahil, sebagai kita telah tahu, AA Gym missal..beliau menjadi sosok fenomenal kesuksesan tersebut..kita berdoa semoga istiqomah..amin..

Dakwah perlu adanya sosok yg kaya, intelektualis, spiritualis, kita perlu jiwa2 seperti Abu Bakar jaman modern, utsman Bin Affan modern, Umar Bin Khottob modern dll. Sehingga kokohlah Islam sebagai agama aman, damai, sejahtera dunia akherat. Contoh2 diatas merupakan cerminan positip bagi mereka yg tak tergiur dunia, sehingga jaminan sukses akheratpun tercapai. Alloh melanjutkan ayatnya yang ke- 33 dari QS. Luqman, :

”..Inna wa’dallohi haqqun. Fa laa taghurronnakumu al hayatud dun-ya. Wa laa yaghurronnakum billahil ghorur” (33).

Ketahuilah oleh kita, bahwa semua janji Alloh diatas tadi adalah haq, bukan maen2 saja. Dilanjutkan peringatan bagi kita supaya jangan tertipu oleh gemerlap dunia, dan jangan sampai kita tertipu oleh penipu2 ulung dunia, baik itu berupa apa saja…kadang ada dari manusia sekeliling kita, yang mencoba merongrong ghirah kita dalam berbuat baik, baru juga mau menjadi orang baik alias berbenah, uda dikata2in sok…mbok yao dilakoni…mbok yao ojo di pamerke…dsb…padahal prinsip islam itu bukan sholeh secara individualis, islam menuntun kita menjadi sholeih, diri dan lingkungan, bebarengan menjadi orang baik…ingat itu…oke?...adalah kurang tepat, jika kita berfikir, :” aah..biarin orang lain mau macem2..kan yang penting aku sholih…”..lhoo..ini..kurang pas…Alloh sudah mencontohkan Nabi Yunus a.s, lama berdakwah tapi masih pada ngeyel tuh kaumnya, sehingga nabi Yunus agak ngambek, ditinggalkan itu kaum. Lalu atas scenario Alloh, nabi Yunus a.s diperingatkan lewat dipertemukannya dengan Ikan yg gede di laut..di makan deh tuh nabi Yunus tercinta, disana di dalam perut ikan, nabi Yunus sedih, meratap kepada Alloh, bermuhasabah…:

”Laa ilaaha Illaa Anta..! Subhanaka inny kuntu min adhdhoolimin”…

Robb, tiada Tuhan selain Engkau! Maha suci Engkau sesungguhnya aku telah masuk dalam golongan yang berbuat dholim”.

Sehingga Nabi Yunus sadar, kembali berdakwah.

Duuh…panjang banget kajiannya…padahal lom masuk point mukadimah nya..:)

Thoyyib, ayat ke- 34 dr QS : 31

:” Innalloha ‘indaHu ‘ilmus sa’ah’ wa yunazzilul ghoits’ wa ya’lamu maa fil arham’ wa maa tadry nafsun maa dzaa taksibu ghoda’ wa maa tadry nafsun biAyyi ardlin tamuutu’Innalloha ‘Alimun Khobir”. 

( QS. Luqman :34 )

…artikan sendiri ya…kita urai dikit2..insyaloh

Alloh memulai dg kalimat penegas.. ”inna” ..sesungguhnya., .berarti mengungkapkan perkara yg pasti. Bahwa sungguh pasti Allohlah yg mengetahui ilmu ttg hari akhir, Alloh yang menurunkan hujan..kan bumi jadi subur..ya ga?

Alloh mengetahui perkara dalam rahim. Sebagai kita ketahui secara science, bahwa rahim itu sangat sempit..disana bayi mengalami perlindungan 3 lapis, semuanya adalah karena pertolongan Alloh, kebesaran Alloh…Bayangkan saja, seorang ibu yang hamil, dia tidak akan mengeluarkan( afwan) air ketuban ketika buang air, dsb. Semua itu adalah tanda kekuasaan Alloh bagi kaum berfikir. Maka dalam banyak ayat Alloh bertanya secara retoris kepada kita :” Alam taro?”..apa kamu ga mikiir?...apa kamu ga liat…?itu semua dibeber sama Alloh, kuasa siapa kalo bukan Dia? Alam taro..?..mikir atuuh.. Maka bagi kaum berakal, tentu tidak akan mikir panjang lagi dg perkara yg dibawa Muhammad saw, wong jaminan Qur’an kok..Muhammad ga akan pernah ngapusi..suatu saat, ada sahabat yg segala gerak laku dan sabda nabi Muhammad saw ditulisnya. Ternyata melihat kelakuan sahabat ini, kaum kafir berceloteh :” hei, kamu ini gimana? Wong Muhammad itu manusia biasa saja. Masa setiap tingkah lakunya mau kamu tiru, setiap katanya mau kamu ikuti. Dia itu seperti kita, kadang bisa ngaco ngomongnya, bisa ngingau dsb”. Lalu kejadian ini disampaikan kepada baginda rasul saw, beliau saw bersabda agar tulislah/ ikutilah apa yg ada padaku!...nabi adalah sosok ma’shum/ terpelihara dari dosa. Dan tidak ngelantur…

”Maa dlolla shohibukum wa maa ghowa!”…

jaminan dari Alloh..nabi ga akan nyasar2…beress… Suatu saat nabi diuji oleh sekelompok orang yahudi..terkenal dengan tukang tipu nih yahudi. Mereka tahu, hanya seorang nabi saja yg bisa jawab soal mereka. Ada 4 soal yg mereka utarakan kepada nabi saw :

1. apa makanan yang diharamkan oleh nabi ya’kub untuk dirinya sendiri?

2. Apa bedanya nuthfah pada lelaki dan perempuan, dan bagaimana bisa menjadi anak laki2 dan anak perempuan?

3. apa tanda nabi akhir jaman?

4. siapakah malaekat yg turun kepada kamu?

Ada perjanjian dari nabi dan para jahudi ini, yakni jika nabi berhasil menjawab seluruh pertanyaan mereka, hendaklah mereka masuk kedalam Islam. Dan disetujuinya..namun karena jahudi tukang tipu..ya semua ngeless..saja..ga ada bekasnya…

(jika ada dari antum yg bisa jawab pertanyaan itu. Silakan hub. Si***.yu******@pa***.go.id)

Lanjut, dan kalimat berikutnya menyatakan bahwa, tidak ada satupun mahluk yg tahu dg nasib nya yg akan terjadi pada hari besok. Maka, hal ini menjadi bantahan bagi para peramal…seperti kita kenal dg maraknya sms astrologi, dan macam2 lah..ada madam ini..mama itu....weeh..berarti dapat kita petik kesimpulan. Bahwa jika kita ikut2an ramal2 an kaya gitu yg ga jelas.,.telah menyimpang dari ayat ini. Pernah ada sabda rasul saw :

”man ata arrofan aw kahinan, fasa’alahu an syai’in. lam tuqbal lahu sholatan arba’ina yawman..

gitu ya?…..intaha” (hihihi..ga apal..lafadznya). wes pokoknya gini insyaloh artinya..:

”barang siapa yg datang kepada peramal, atau dukun. Dan meminta/ bertanya sesuatu padanya. Maka tidak diterima sholatnya..selama 40 hari .”arba’ina yawman”.

Bahkan lebih pedas lagi :” :

”man ata arrofan aw kahinan fashoddoaqohu bima yaqul..faqod kafaro bima unzila ala Muhammadin saw”

..kira2 gitu ya?insyaloh…

barang siapa yg datang ke peramal atau dukun, dan membenarkan/ percaya apa yg dikatakannya. Maka betul2 dia telah kafir dari ajaran nabi/ al qur’an dan islam”….

Dan tidak ada yang tahu, dimana mahluk itu akan mati. Yg Maha tahu itu ALloh, yang mengetahui kematian dsb itu ALloh, tapi..hak Alloh hendak memberi tahu siapa saja yg dikehendaki. Jangan protes dan ngata2in lhoo. Saya menjadi teringat ketika rasul saw hendak wafat, beliau berpesan kepada putrinya, sayidatina fatimah (insyaloh). :” hari ini abah ga nerima tamu!”. Lalu tiba2 datang seorang tamu mengetok pintu. Dibukakan oleh fatimah dan dikatakan bahwa rasul saat ini tidak menerima tamu. Lalu tamu itu berkata:” katakan, ini akuu yang datang”..Lalu fatimah memberitahukan kepada Rasul saw perihal tamunya yg tetap ingin bertandang itu. Lalu rasul senyum dan berkata untuk dipersilakan masuk. Dan, ternyata tamu itu adalah malaikat Izrail, pencabut nyawa. Hendak mencabut nyawa rasul saw, saat 2 seperti itu, rasul bertanya :” dimana Jibril ?” dijawab oleh malaikat maut :” ada ya rasul”..lalu ditanyakan :” apa yg sudah disiapkan untukku oleh Alloh?”…tentulah kemuliaan diakhirat. Saat spt itu rasul masih menawar, masih memintakan perhatian kepada ummatnya..malah beliau memintakan supaya ummatnya untuk bisa masuk surga semua. Bayangkan, orang2 yg tidak mau bersholawat kepadanya?..apa ga mikiir?

Allohumma sholli wa sallim wa barik ‘ala nabiyyina Muhammadin wa alihi wa ashabihi”.

Lanjut..Alloh mengakhiri dengan kalimat :

”Innalloha ‘aliimun khobiir”..

sesungguhnya Alloh itu maha Mengetahui dan maha mengenal”…

Subhaanaka laa ‘ilma lanaa illaa maa ‘allamtanaa..

Walhamdulilahi

Wassalamualaikum

KASUHUNAN MAGELANG HADININGRAT

SRI_SUSUHUNAN_SIX_EAT

NAYAKA PRAJA INDRAPURA

L